Jalanan Utama Provinsi Kotor dan Licin Akibat Keluar Masuk Kendaraan Tambang Batu

Tampak seorang warga tengah membangunkan motor yang terpeleset dan terguling akibat jalan yang licin bercampur tanah dan lumpur di jalan utama Bandung-Purwakarta, tepatnya di Dekat perempatan Cilalawi tempat keluar masuknya kendaraan besar pengangkut batu split.

Tampak seorang warga tengah membangunkan motor yang terpeleset dan terguling akibat jalan yang licin bercampur tanah dan lumpur di jalan utama Bandung-Purwakarta, tepatnya di Dekat perempatan Cilalawi tempat keluar masuknya kendaraan besar pengangkut batu split.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Para pengusaha tambang batu yang biasa menggunakan Jalan Arteri Bandung – Purwakarta, atau tepatnya jalan Utama Provinsi seharusnya ikut bertanggungjawab secara moral atas kotornya jalan utama tersebut akibat ceceran tanah dan lumpur dari roda kendaraan pengangkut material hasil alam berupa batu.

Selain kotor, jalan utama itu menjadi licin hal itu bisa membahayakan para pengendara baik roda dua maupun roda empat, karena ceceran tanah dan lumpur dari mobil-mobil besar itu membuat jalan fasilitas umum itu menjadi licin.

Terbaru, ada pengendara motor tergelincir dan jatuh akibat jalan tertutup tanah dan lumpur di Jalan Raya Arteri Purwakarta-Bandung, tepatnya di Jalan Raya Cilalawi Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Minggu (24/01) kemarin.

Badan jalan terbalut tanah terjadi karena dampak banyak truk keluar masuk ke lokasi tambang batu yang ada dilokasi Sukatani – Plered tersebut, akibatnya tanah dan lumpur tercecer di badan jalan terbawa roda kendaraan mobil-mobil besar.

Menurut Asep M (34), salah satu warga Desa Cilalawi Kec. Sukatani Kab. Purwakarta, mengeluhkan kondisi badan jalan yang tertutup lumpur ini terjadi sudah lama. Kondisi jalan menjadi licin saat musim hujan, dan berdebu di saat musim kemarau.

“Kondisi ini, tak jarang pengendara sepedah motor yang tergelincir dan mengalami kecelakaan. Bahkan saat kemarau, kami yang rumahnya di samping jalan raya merasakan betul debu jalan tersebut,” keluh Asep sambil menunjuk ke jalan raya.

Ia berharap, hal ini segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan mendapatkan solusi bagi warga yang terdampak. Minimalnya pihak perusahaan-perusahaan yang ada di dalam bisa memperhatikan kondisi tersebut

Hal senada diungkapkan, dodi salah satu pengendara motor. mengaku setiap hari kondisi jalan ini cukup mengkhawatirkan. Badan jalan yang tertutup lumpur ketika diguyur hujan.

“Sangat berbahaya sekali, setiap hari saya berangkat kerja lewat sini,” ujar dia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggungjawab dari persatuan kwari-kwari yaitu perhimpunan dari para pengusaha batu split belum memberikan keterangan secara resmi, atas adanya keluhan warga masyarakat pengguna jalan umum antar kota antar Provinsi tersebut. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds