Catatan Jurnalis : Dedi Mulyadi Sering Membantu Secara Spontanitas Panggilan Hati

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (pake iket) bersama Nardi Kepala Desa Karya Mekar (kaos putih), saat menjenguk Nenek Kinah (terbaring) yang di bacok anak kandungnya sendiri.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (pake iket) bersama Nardi Kepala Desa Karya Mekar (kaos putih), saat menjenguk Nenek Kinah (terbaring) yang di bacok anak kandungnya sendiri.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Banyak hal yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi seolah tiada kata berhenti, terutama dalam kegiatan sosial untuk masyarakat yang kurang mampu dibantu hingga tuntas.

Kapanpun, dimanapun, tak mengenal waktu dan tempat dalam memberikan pertolongan kepada orang-orang yang ditemuinya. Sehingga membuat puluhan ribu, bahkan ratusan ribu para pengguna media sosial tersentuh dengan kedermawanan Dedi Mulyadi dalam setiap menyelasaikan permasalahan orang yang dibantunya.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan oleh anggota DPR RI dari fraksi golkar ini mengalir seperti air, tidak pernah pandang bulu. Dari mulai anak-anak, remaja, pemuda – pemudi, pelajar, mahasiswa, para orang tua, kakek-kakek, nenek-nenek hingga penyandang distabilitas.

Ratusan mungkin ribuan orang sudah ditolong Dedi Mulyadi, tanpa ada embel-embel apapun. Semuanya dibantu tanpa pamrih, tanpa ingin ada timbal balik. Sehingga hati-hati mereka tersentuh, dengan ke arifan dan kebersahajaan juga kedermawanan Dedi Mulyadi.

“Semua yang dibantu datangnya dari hati sanubari terdalam untuk membantunya, setiap hari harus ada yang dibantu untuk meringankan beban meraka agar mereka bisa tersenyum bahagia,” kata Dedi Mulyadi melalui sambungan seluller.

Bukan hanya mereka yang pernah dibantu sangat menghormati Dedi Mulyadi, ratusan ribu nitizen di media sosialpun sangat bersimpati dan berempati atas apa yang dilakukan oleh mantan bupati dua priode tersebut dalam membantu orang lain yang tanpa pandang bulu.

Terbaru Dedi Mulyadi membantu mediasi anak yang berselisih dengan ibunya di Demak, hingga akhirnya mereka berdua tersenyum manis dan bahagia setelah berdamai.

 

Ibu dan anak

Akhirnya Anak (Agesty 19 tahun) bersama Ibunya (Sumiatun 36 tahun) berpelukan sambil menangis bahagia, saat didamaikan oleh Dedi Mulyadi.

 

Kemudian juga Dedi sedang berusaha untuk mendamaikan anak yang menggugat ayah kandungnya di Bandung, selain itu di Semarang ada kejadian anak kandung menggugat ibunya Dedipun berusaha untuk mendamaikannya dengan cara memediasi untuk bermusyawah secara kekeluargaan.

Dalam kegiatan sehari-hari, dimanapun berada Dedi selalu memperhatikan disekitarnya. Dijalan sekalipun Dedi Mulyadi akan berhenti bila melihat orang yang menurut kata hatinya harus dibantu, maka Ia pun akan turun dari mobil dan membantunya.

 

Dedi mulyadi

Wakil ketua komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Koswara (85) memberikan pelukan hangat untuk memberikan suport atas kasus yang menjeratnya.

 

Beberapa kali pojokjabar.com melihat secara langsung cara Dedi Mulyadi membantu masyarakat secara spontanitas, tanpa ada setingan ataupun kebutuhan konten lainnya. Semuanya dilakukan dengan cara mendadak dan tidak terduga-duga.

Salah satunya, saat pojokjabar.com berada di wisata kuliner Kecamatan Plered. Waktu itu tengah melepaskan penat dan lelah disebuah warung, sambil meminum kopi pedagang kaki lima.

Tidak berapa lama terlihat orang yang tengah tergesa-gesa, sambil tengok kiri dan tengok kanan ditengah keramaian wisata kuliner seolah tengah mencari seseorang. Pojokjabar.com mengetahui orang tersebut merupakan staf dari anggota DPR RI, yaitu staf wakil ketua komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi.

Orang yang dicaripun muncul dari lorong tengah keramaian sambil menggandeng seorang wanita setengah baya, yang sedang membawa berbagai jenis hiasan dari keramik untuk di tawarkan kepada para pengunjung. Ajudan itupun hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum, saat melihat atasannya sedang mengobrol sambil berjalan dengan orang yang tidak dikenalnya.

Kemudian perempuan paruh baya itu di bawa ke lokasi yang agak luas di tempat parkiran, dipersilahkan duduk sementara Dedi Mulyadi sendiri duduk tanpa alas duduk dengan tanpa beban tidak takut kotor atau apapun.

Beberapa pertanyaan diajukan Dedi Mulyadi, dari semenjak kapan berjualan hiasan keramik, suaminya kerja dimana, anaknya berapa, rumahnya dimana, penghasilannya berapa, semuanya dijawab dengan lancar oleh perempuan paruh baya tersebut. Dedi Mulyadipun mendengarkannya dengan seksama, sambil sesekali bergurau untuk menghibur perempuan paruh baya tersebut.

Hasilnya semua yang mendengarnya tertawa dan senyum-senyum, begitupun perempuan paruh baya yang bersama Dedi Mulyadi.
Dari hasil pembicaraan itu, diketahui kalau perempuan paruh baya itu berjualan untuk menambah-nambah penghasilan membantu suaminya sebagai kuli panggul di juragan pembuat keramik di pelered.

Penghasilannya sangat minim, sehingga jauh dari kata cukup untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari. Sehingga dirinya berjualan hiasan dari keramik, itupun ngambil barang dari orang lain yang secara otomatis hasil penjualannya tidak seberapa.

“Anak-anak sekolah, rumah sudah pada bocor, untuk makan saja susah apalagi untuk membenarkan rumah,”keluhnya kepada Dedi Mulyadi.

Setelah mendengar itu, Dedi Mulyadipun memborong semua dagangan wanita paruh baya tersebut. Kemudian bergegas ingin melihat dari dekat kehidupan wanita paruh baya itu secara langsung, dengan mendatangi rumahnya yang berjarak sekitar 2 Kilo Meter dari lokasi wisata kuliner pasar pelered.

Pojokjabar.com pun ingin melihat momen langka tersebut, karena jarang-jarang ketemu dengan orang super sibuk seperti Dedi Mulyadi bila tidak benar-benar ketemu secara tidak sengaja. Apalagi saat itu Dedi Mulyadi ingin mendatangi rumah perempuan paruh baya yang ditemuinya secara tidak sengaja di pasar tersebut.

Selanjutnya sudah bisa ditebak, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan bantuan untk membenahi rumah tersebut. Kemudian juga membantu biaya kebutuhan sehari-hari untuk satu bulan kedepan.

Hari itu ada senyuman bahagia dari satu keluarga yang dibantu Dedi Mulyadi, bahkan para tetangganyapun ikut bahagia karena tidak menyangka di kampung tersebut akan kedatangan Dedi Mulyadi mantan bupatinya.

Tidak hanya itu, pojokjabar.com pun pernah kembali melihat sosok dermawannya Dedi Mulyadi secara langsung saat membantu seorang penjual cobek yang berjalan kaki berkilo-kilo meter, dengan beban menangung cobek yang beratnya mencapai puluhan kilo.

Kendaraan yang dinaiki Dedi Mulyadi perlahan menepi di pinggir jalan, pojokjabar.com yang baru saja keluar dari pom bensin menuju jalan raya menjadi penasaran.

Dari jauh pojokjabar.com melihat dan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh mantan orang nomor satu di purwakarta tersebut.

Terlihat Dedi Mulyadi tengah berbincang dengan penjual cobek yang kelihatannya masih muda, wakil ketua komisi IV DPR RI itu kemudian membawa penjual cobek naik ke dalam mobilnya. Setelah diikuti dari jarak jauh, mobil itu menuju salah satu caffe yang ada di jalan utama kabupaten purwakarta.

Pojokjabar.com, dengan sabar menunggu Dedi Mulyadi dengan penjual cobek tersebut keluar dari dalam caffe. Sambil duduk di teras sebelah caffe, yang tidak jauh dari mobil Dedi Mulyadi yang tengah di parkir.

Tidak berapa lama Dedi Mulyadi keluar dari caffe sambil merangkul pedagang cobek yang terlihat sumringah bahagia setelah bertemu anggota DPR RI tersebut, di belakang Dedi Mulyadi tampak sopir pribadi dan ajudannya mengikuti.

Dedi Mulyadi menuju ke kendaraanya sambil mengobrol dengan pedagang cobek tersebut, tidak lama kemudian ada pengendara gojek online yang telah di pesan Dedi Mulyadi. Pedagang cobek itu terlihat berpamitan sambil menyalami Dedi Mulyadi dengan penuh kegembiraan, keemudian naik kendaraan gojek online.

Pojokjabar.com awalnya berusaha menghindar untuk tidak ketahuan, namun kalah cepat dengan pandangan mata Dedi Mulyadi yang mengetahui kehadiran pojokjabar.com yang menjauh dari pandangan Dedi Mulyadi.

Akhirnya karena ketahuan, pojokjabar.com pun menghampiri anggota DPR RI tersebut sambil menyalaminya. Kemudian berbasabasi ngobrol tentang siatuasi dan kondisi purwakarta, walaupun hanya sesaat.

“Om saya duluan, soalnya mau ke Jakarta,” kata Dedi Mulyadi waktu itu, sambil berlalu memasuki kendaraanya.

Siang menjelang sorenya, pojokjabar.com melihat Komisi IV DPR RI tengah melakukan rapat dengar pendapat yang dilakukan secara live oleh tv parlemen. Dan tampak di meja depan sebagai wakil ketua komisi IV Dedi Mulyadi tengah menyampaikan aspirasi masyarakat petani membahas masalah lahan pertanian yang setiap saat terus berkurang dan perlu lahan pertanian baru.

Besoknya baru diketahui, dari chanel media sosial Dedi Mulyadi, tukang cobek yang dibawa oleh Dedi Mulyadi merupakan pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan, setelah keluar dari rumah tahanan jakarta beberapa bulan ke belakang.

Tukang cobek itu sudah insyaf dari segala perbuatan tindak kriminalnya dan pernah dipidana karena membunuh akibat pengaruh alkohol dan narkoba, kini menempuh hidup baru dengan wanita idamannya di Garut Jawa Barat.

Dedi Mulyadi, sering membantu kepada yang membutuhkannya itu secara spontanitas dari hatinya. Itu terbukti, semua orang yang dibantunya benar-benar orang yang membutuhkan uluran tangan dari sang dermawan. Jadi bukan settingan apalagi kebutuhan konten, karena Dedi Mulyadi tidak memiliki tim kreator. Mengalir apa adanya seperti aliran air yang mengaliri sawah-sawah hingga bermuara di lautan. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds