Mungkin Ini Harga Dua Bungkus Kerupuk Termahal di Purwakarta

Asep Supriatna, saat membeli dua bungkus kerupuk bayarnya seratus ribu rupiah rejeki buat amang kerupuk.

Asep Supriatna, saat membeli dua bungkus kerupuk bayarnya seratus ribu rupiah rejeki buat amang kerupuk.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Mungkin ini salah satu kerupuk termahal di Purwakarta, karena dua bungkus kerupuk yang umumnya di jual dua puluh ribu rupiah namun oleh pejabat dibeli seratus ribu rupiah.

Awalnya penjual kerupuk pun tampak bingung, karena dagangannya belum laku banyak sehingga belum mendapatkan uang yang cukup untuk kembaliannya.

“Iye bah artosna, te kedah di angsulan. Angsulanna kanggo abah weh (Ini bah uangnya, biar ga usah di kembaliin. Kembaliannya buat abah saha),” kata pejabat pemerintah daerah purwakarta yang membeli kerupuk, siang menjelang sore tadi.

Abah penjual kerupuk mungkin tidak mengenal siapa yang membeli kerupuknya, karena orang yang membeli kerupuknya menggunakan baju kemeja kotak-kotak berwarna biru. Kemudian menggunakan topi, berwarna biru bercelana levis.

Pakaian santai yang dipakai oleh pejabat tersebut, tidak memperlihatkan bahwa dirinya seorang pejabat. Padahal para Aparatur Sipil Negara (ASN) satu kabupaten akan menaruh hormat kepadanya. Sehingga wajar saja bila Abah penjual kerupuk tidak mengetahui yang membelinya pejabat.

Dengan wajah berseri-seri abah pedagang kerupuk itu mengucapkan rasa terimaksihnya, karena dapat rejeki menjual dua kantong kerupuk seharga seratus ribu rupiah.

“Hatur nuhun, hatir nuhun pisan (terimaksih, terimaksih banyak,” Jawab abah, sambil sedikit membungkukan badannya. Kemungkinan dalam hatinya berkata Alhamdulillah.

Salah seorang Jurnalis yang agak jauh dari lokasi sempat mengabadikan momen tersebut, sambil kemudian mendekati pedagang kerupuk untuk menanyakan namanya.

“Biasana abdi di panggil abah Jajat, yuswa 67 taun (Biasanya saya dipanggil Abah Jajat, usia 67 tahin). Asal kecamatan kota purwakarta,” terang bah Jajat kepada jurnalis yang menanyakan namanya.

Salah seorang jurnalis berbisik kepada sesama jurnalis.

“Kalau saya yang jual, dua bungkus kerupuk itu harus di beli tiga ratus ribu rupiah. Soalnya yang beli kan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” bisik jurnalis tersebut, sambil tersenyum manis.  (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds