Kadisdik : Bila Jual Buku Paket Siap-siap Kepala Sekolah Bakal Dicabut Jabatannya

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, saat memberikan sambutan dalam acara pramuka beberapa waktu lalu (foto Dok)

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, saat memberikan sambutan dalam acara pramuka beberapa waktu lalu (foto Dok)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Wajib belajar 9 tahun merupakan program pemerintah yang telah di gaungkan jauh-jauh hari beberapa tahun kebelakang, tujuannya untuk meningkatkan sumber daya manusia minimalnya berpendidikan hingga tamat sekolah menengah pertama atau smp.

Karena pendidikan 9 tahun tersebut bersifat wajib, maka segala kebutuhan siswa yang barkaitan dengan sarana dan prasarana di tanggung oleh pemerintah seutuhnya. Tinggal para siswa datang ke sekolah, kemudian mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Program wajib belajar 9 tahun, semua biaya ditanggung pemerintah. Salah satunya melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” kata Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Dr.H. Purwanto, M.Pd, melalui sambungan seluller.
Sehingga, Kadisdik berharap agar masyarakat yang memiliki anak usia sekolah di daftarkan ke sekolah-sekolah terdekat. Tidak perlu lagi dipusingkan dengan biaya pendidikan, karena semua anggarannya sudah di tanggung pemerintah.

“Gratis tidak ada pungutan biaya apapun, semua sudah di tanggung dana BOS,” tambah Purwanto.

Kemudian, saat ditanyakan bila ada yang melanggar baik itu guru maupun kepala sekolah yang terbukti menjual buku paket ataupun Lembar Kerja Siswa (LKS), Kadisdik memastikan akan memberikan sanki kepada yang bersangkutan.

“Jelas ada sanksinya, dari mulai teguran baik secara lisan maupun tulisan. Tidak menuntut kemungkinan, bila kepala sekolah yang melakukan akan di copot dari jabatan kepala sekolahnya,” tegas Purwanto, yang tidak ingin ada guru ataupun kepala sekolah menjual kepada para pelajar apapun alasannya. Sehingga akan memberikan sanksi secara tegas.

Terlebih lagi saat pandemi covid19 seperti saat ini, jangan sampai masyarakat dibebani oleh kebutuhan-kebutuhan yang memberatkan hanya karena alasan untuk membeli buku belajar.

“Semua sudah ada anggarannya dari BOS, jadi jangan macam-macam sekolah menjual buku. Bila ada hal seperti itu, laporkan ke kita (Dinas Pendidikan) biar kami nanti akan menindak secara tegas,” tutup Purwanto, yang dirinya memastikan agar para guru ataupun kepala sekolah tidak bermain-main dengan menjual buku kepada para siswa atau para orang tua murid. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds