Kabid Trantib sampai Geleng-geleng Kepala dan Mengelus Dada, Ini Penyebabnya

Dua orang pengunjung disalah satu caffe yang kedapatan tidak menggunakan masker di beri hukuman membacakan pancasila oleh Sat Pol PP Purwakarta.

Dua orang pengunjung disalah satu caffe yang kedapatan tidak menggunakan masker di beri hukuman membacakan pancasila oleh Sat Pol PP Purwakarta.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat pol pp) dan para anggota kepolisian hanya bisa mengelus dada, ketika dua orang yang terjaring razia protokol kesehatan tidak bisa membacakan pancasila dengan baik dan benar.

Kedua pengunjung tersebut kedapatan tidak menggunakan masker, sehingga tim gabungan yang melakukan razia memberikan teguran dan sanksi untuk mengucapkan pancasila.

Namun kedua pengunjung tersebut walaupun sudah mengulang tiga kali membaca pancasila tetap saja tidak hapal, hal itu membuat Kabid Trantib Satpol PP Teguh Juarsa geleng-geleng kepala.

“Masa Pancasila aja tidak hapal, bagaimana cara belajarnya dulu waktu sekolah,” kata Tegih sambil geleng-geleng kepala, yang didampingi Kanit Lantas Polsek Kota.

Karena setelah berulang tetap salah dalam mengucapkan pancasila, akhirnya kedua pelanggan tersebut sanksinya diganti dengan disuruh push up oleh kabid Trantib.

Satuan tugas gabungan Covid-19 Purwakarta dalam rangka penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) melaksanakan operasi yustisi dengan mendatangi sejumlah kerumunan yang ada di Purwakarta, terutama Kecamatan Purwakarta yang memang menjadi sentra penyebaran Covid-19.

Semalam, gugus tugas mendatangi sebanyak empat titik tempat yang biasa dijadikan tempat nongkrong masyarakat atau muda-mudi Purwakarta, di antaranya di Jalan Sudirman, Jalan Pahlawan, Jalan Veteran, dan Jalan Surawinata.

Saat pojokjabar.com mengikuti operasi yustisi ini, tim satgas menyasar masyarakat yang tak menggunakan masker. Para pelanggar protokol kesehatan itu pun lantas diberikan sanksi sosial berupa hukuman push up hingga bernyanyi atau melafalkan Pancasila.

Kepala Bidang Tibumtrantib pada Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa mengatakan patroli protokol kesehatan ini secara rutin dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Operasi yustisi ini pun, kata dia, melibatkan unsur TNI-Polri.

“Kami patroli terus menyisir tempat-tempat seperti restoran atau kafe dan angkringan, mengecek dan melihat apakah masyarakat sudah menjalankan protokol kesehatan atau belum,” katanya, Rabu malam tadi.

Hasil patroli semalam, Teguh menyebut masih saja ditemukan masyarakat yang tak patuh pada anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan, seperti tak memakai masker, sehingga usai memberikan hukuman petugas pun kemudian memberikan masker kepada pelanggar.

“Alhamdulillah 3M protokol kesehatan sudah dilaksanakan oleh pengusaha kafe dan restoran seperti menyediakan cuci tangan, tapi tetap kami masih menemukan warga yang tak pakai masker,” katanya.

Ketika disinggung masalah sanksi denda kepada mereka yang melanggar, Teguh menegaskan sanksi denda belum dapat dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta lantaran masih menunggu instruksi dari Bupati Purwakarta.

“Masalah denda belum ada dan belum dapat dilaksanakan. Tapi sanksi sosial seperti push up dan lainnya sudah. Kami masih tunggu arahan bupati,” ucapnya.

Kabid Trantib juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan di sejumlah tempat yang berpotensi menjadi kerumunan massa, hal itu dimaksudkan untuk menekan pandemi covid19. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds