Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Marah kepada Sopir Dump Truk Pengangkut Tanah Merah, Ini Alasannya

Wakil ketua komisi IV DPR RI saat marah kepada sopir dump truk pengangkut tanah merah, karena parkir diatas jembatan yang membahayakan pengguna jalan lainnya.(foto fb kang dedi mulyadi)

Wakil ketua komisi IV DPR RI saat marah kepada sopir dump truk pengangkut tanah merah, karena parkir diatas jembatan yang membahayakan pengguna jalan lainnya.(foto fb kang dedi mulyadi)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang juga mantan Bupati Purwakarta dua priode marah besar, saat sejumlah kendaraan dump truk yang bermuatan tanah merah parkir di pinggir jalan.

Kemarahan mantan orang nomor satu di Purwakarta tersebut beralasan karena ada beberapa mobil dump truk diparkir di jembatan, hal itu tentu saja dapat membahayakan jembatan akibat dari bobot kendaraan bermuatan tanah merah tersebut.

Dalam laman Fb nya, Dedi Mulyadi tiba-tiba turun dari kendaraannya dan langsung menghampiri para sopir kendaraan dump truk yang sedang parkir diatas jembatan sasak besi yang tidak jauh dari pusat kota purwakarta.

“Ini mobil diparkir di jembatan bobotnya tinggi, jembatannya akan rusak,” kata Dedi, sambil menghampiri para sopir yang tidak jauh dari kendaraannya.

Dedi kemudian menegur para sopir yang sedang parkir tersebut, mengapa mereka berderet parkir diatas jembatan. Hal itu bisa membahayakan akibat beban-beban mobil atau bobot muatan yang tinggi, bisa membuat jembatan roboh.

“Ini salah, parkir disini. Ini mobil mengangkut apa?,” tanya Dedi, kemudian dijawab oleh salah satu sopir pengangkut tanah merah.

Kemudian Dedi juga menanyakan tanah tersebut mau di bawa kemana, para sopir menjawabnya akan di bawa kepongkor kosambi karawang.

“Kenapa lewat sini?,” cecar Dedi Mulyadi lagi, dengan menahan emosi karena tidak biasanya kendaraan pengangkut tanah merah melalui jalan arteri tersebut.

Salah seorang sopir kemudian memberikan alasan bahwa mereka tidak di perbolehkan lewat tol, sehingga melalui jalan arteri untuk mengangkut tanah merah menggunakan kendaraan dump trucknya.

Mendengar alasan sopir tersebut, Dedi Mulyadi dengan cepat berkata “lewat sini juga tidak boleh,” gusar Dedi Mulyadi.

Akhirnya para sopir dan kendaraan yang di parkirkarkan di atas jembatan diminta untuk segara pergi dari lokasi tersebut, kemudian Dedi meminta agar kendaraan tersebut memutar arah jangan melalui jalan arteri.

“Saya mau minta mobil ini di stop di depan, bapa bawa mobil ini balik lagi,” tegas Dedi Mulyadi, kepada sopir dump truk tersebut.
Namun di ending kemarahan Dedi Mulyadi, memberikan beberapa lembar uang kepada sopir dump truk yang sedang membuka ban mobil bagian belakangnya.

“Ini buat makan siang,” kata Dedi sambil menepuk-nepuk punggung salah satu sopir yang sedang jongkok memperbaiki ban mobil dump truk nya.

Sontak pemberian sejumlah uang tersebut membuat sopir bingung, karena setelah Dedi marah-marah mereka di beri uang yang akhirnya uang tersebut di terima oleh salah satu sopir dump truk.

Beberapa kendraan dump truk yang parkir diatas jembatan itu bermaksud untuk memperlihatkan rasa kesetiakawanan mereka, karena salah satu kendraan dump truk mengalami pecah ban. Namun tetap mereka salah, karena kendaraan dump truk bermuatan tanah merah tersebut parkir diatas jembatan yang bisa membahayakan keselamatan orang lain. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds