Bupati Harus Mewaspadai Ini, Ketika Pondasi dan Pilar-pilar Kokoh Diskominfo Tersingkirkan

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat sidak hari pertama kerja senin (04/01) ke pelayanan publik Madukara, tampak meja Diskominfo masih kosong hingga membuat bupati marah.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat sidak hari pertama kerja senin (04/01) ke pelayanan publik Madukara, tampak meja Diskominfo masih kosong hingga membuat bupati marah.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta diminta untuk memetakan ulang komunikasi dengan semua kalangan, sebagai titik sentral yang membangun komunikasi yaitu Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom).

Karena dinas Infokom merupakan kepanjangan pembicaraan dari bupati sebagai corong utamanya informasi, sehingga wajar kiranya dinas tersebut merupakan salah satu pilar terkuat yang harus mampu menyajikan informasi dan juga menampung informasi dari berbagai kalangan untuk disampaikan kepada bupati.

Demikian hal itu disampaikan oleh El Deryat, pemerhati pembangunan purwakarta yang juga mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) beberapa tahun ke belakang.

“Diskominfo harus memiliki pondasi yang kokoh, tidak bisa sembarangan orang ditempatkan di dinas tersebut. Karena setiap individu harus memiliki keahlian komunikasi untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak,” kata El Deryat, melalui sambungan seluller.

Bukan hanya komunikasi verbal dan non verbal, tapi setiap individu harus juga memahami informasi kekinian dari berbagai sumber informasi di dunia maya. Agar dinas tersebut mampu menyuguhkan informasi yang selalu terupdate dari pusat disinkronkran dengan kebijakan daerah.

“Berkaca pada yang sudah-sudah, saat jaman kang Dedi Mulyadi bagian humas pemda (saat ini masuk ke Diskominfo) dibangun dengan pondasi-pondasi dan pilar yang kokoh dan kuat. Sehingga setiap informasi tersampaikan dengan cepat, baik informasi masuk maupun informasi keluar. Yang memiliki kewenangan penuh tentunya dari pucuk pimpinan di dinas tersebut, bagaimana untuk menjadikan garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” beber El Deryat, memberikan contoh kilas balik saat jaman bupati sebelumnya.

Saat ini, saya lihat pondasi dan pilar-pilar yang susah payah di bangun di dinas infokom dengan segala upaya tenaga dan anggaran yang tidak kecil mulai goyah. Terlihat dari isu-isu yang dibangun cenderung menunggu, tidak ada terobosan-terobosan bagaimana memainkan ritme dunia maya untuk menjalin dan memberikan informasi ke berbagai kalangan.

“Atau jangan-jangan orang-orang yang di rekrut dan memiliki keahlian di bidang komunikasi disingkirkan? Bila itu terjadi, maka dinas yang menjadi corong utamanya bupati itu akan mati suri. Akan bekerja ala kadarnya saja, itu akan menghambat program-program bupati yang seharusnya sampai secara cepat ke masyarakat jadi tersendat,” tambah El Deryat, yang saat ini lebih fokus ke bidang usaha yang juga terus mengamati pembangunan purwakarta.

Yang terpenting lagi pastinya masalah anggaran, seorang pemimpin harus memiliki leadership yang mumpuni dan cakap terutama dalam memenej segala kegiatan. Tidak hanya mengandalkan keberuntungan Asal Pimpinan Senang (APS),tapi mampu mengelola anggaran yang di perlukan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini salah satu poin penting, soalnya akan berkaitan dengan Badan Anggaran di DPRD. Jangan sampai ketika ditanya oleh wakil rakyat peruntukan anggaran tidak bisa menjawab, atau tidak bisa berargumen menjelaskan anggaran-anggaran yang akan di gunakan. Karena bila tidak bisa menjawab itu, bisa dipastikan anggaran akan dipangkas habis,” jelas El Deryat, memberitahukan salah satu poin terpenting berupa anggaran untuk kegiatan publikasi.

Bila anggarannya lemah, maka akan banyak PR bagi bupati untuk berusaha sekuat tenaga mengkanter informasi-informasi yang bisa merugikan kepemimpinannya. Hal itu tentu dampak dari lemahnya dinas infokom, karena tidak memiliki anggaran yang cukup.

“Yang kita khawatirkan akan banyak informasi-informasi yang menyudutkan pemerintah daerah, kemudian berdampak pembangunan tersendat pengusahapun menjadi was-was. Lalu siapa yang akan di untungkan dari kondisi tersebut? Jawabanya tentu yang akan berkepentingan di tahun 2023,” tutup El Deryat, mengakhiri pembicaraan yang cukup panjang lebar. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds