Pasangan Setia Beratapkan Langit Beralaskan Bumi, Dedi Mulyadi Menyebutnya Cinta “Romeo dan Juliet”

Dedi Mulyadi (kaos hitam) saat ngibrol sama ma Cacih di atas gerobak yang didorong oleh Ki Deden. Dedi menyebutnya kisah cinta Romeo dan Juliet

Dedi Mulyadi (kaos hitam) saat ngibrol sama ma Cacih di atas gerobak yang didorong oleh Ki Deden. Dedi menyebutnya kisah cinta Romeo dan Juliet


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Pasangan suami istri ini patut ditiru karena kesetiaan mereka terhadap pasangannya, bahkan wakil ketua komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebutnya sebagai pasangan Romeo dan Juliet.

Kesetian pasangan ini dalam suka, duka, tawa dan derai air mata selalu berdua kemanapun mereka pergi. Sang suami yang diketahui bernama Deden selalu setia mendorong gerobak yang didalamnya berisi istrinya yang diketahui bernama Cacih.

Dari laman fb yang dibagikan oleh Kang Dedi Mulyadi, diketahui Deden tidak memiliki rumah sementara istrinya memiliki penyakit diabetes akut sehingga kedua kakinya sudah mulai terluka dan bernanah.

“Setelah menjalani pengobatan di rumah sakit, mereka berdua tinggal di rumah kontrakan gratis. Terimakasih Ki Deden yang telah mengajarkan cinta seperti Romeo dan Juliet,” pungkas Dedi Mulyadi dalam laman fb nya.

Setelah beberapa waktu mencari Ki Deden, akhirnya pojokjabar berkesempatan untuk ngobrol bareng Ki Deden mengenai kisah kehidupannya yang selalu setia menemani istrinya dalam suka maupun duka.

 

Ki Deden

Ki Deden suami ma Cacih yang selalu setia menemani istrinya, walaupun istrinya dalam keadaan sakit (diabetes akut) saat ngobrol bareng pojokjabar.com.

 

“Alhamdulillah sekarang sudah punya tempat berteduh, dikontrakan sama pa Dedi Mulyadi untuk satu tahun kedepan. Jadi tidak akan kedinginan bila hujan dan kepanasan bila terik matahari,” kata Deden, yang bersyukur karena di bantu oleh mantan orang nomor satu dua priode di Kabupaten Purwakarta tersebut.

Biasanya, lanjut Deden, karena tidak memiliki tempat berteduh, dirinya sering tidur di emperan toko atau berteduh dimanapun ketika mereka berdua sudah kelelahan untuk beristirahat. Karena tidak memiliki tempat tinggal, sehingga setiap harinya beratapkan langit beralaskan bumi.

“Kadang istri saya ikut berjalan bareng untuk memulung barang-barang bekas, namun bila istri sudah kelelahan karena kakinya sakit saya suruh naik ke gerobak lalu saya dorong,” cerita Deden, sambil sesekali tersenyum karena kali ini tidak perlu lagi mendorong gerobak yang berisi istrinya setelah diberi tempat tinggal kontrakan oleh Dedi Mulyadi.

Saat ini, istrinya berada di rumah kontrakan yang sudah dibayarkan oleh Dedi Mulyadi hingga satu tahun ke depan. Sehingga istri tidak perlu lagi ikut sama suaminya untuk mencari barang-barang bekas, demi sesuap nasi.

“Sehari kadang dapat uang antara 30 ribu sampai 50 ribu, uang itu di gunakan untuk makan berdua. Sehingga pendapatan itu tidak cukup untuk sekedar mengontrak tempat berteduh dan tidur yang layak,” tambah Deden, yang menjelaskan penghasilannya sehingga dirinya selalu tidur beratapkan langit dan beralaskan bumi sebelum bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Selain kesetiaan terhadap pasangannya, Deden juga terlihat pekerja keras karena dirinya masih giat mencari barang-barang bekas ataupun rongsokan demi sesuap nasi. Padahal Deden juga memiliki uang yang diberi oleh Dedi Mulyadi yang nilainya jutaan rupiah untuk bekal hidup yang cukup untuk beberapa bulan kedepan, tapi Deden tetap menjalani hidup seperti biasaanya bekerja keras mengais rejeki. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds