Tiga Kepala Desa Ini Berpeluang Jadi Tersangka Korupsi di Tahun 2021

Kantor Kejaksaan Negeri Purwakarta

Kantor Kejaksaan Negeri Purwakarta


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Menanggapi kinerja kejaksaan negeri purwakarta, ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB), Asep Saepudin mengapresiasi atas pencapaian penanganan masalah korupsi di purwakarta walaupun hanya satu kasus yang sudah selesai di tangani tahun 2020 ini.

Karena kondisi dan situasi yang kurang memungkinkan di saat pandemi covid19 ini, walaupun dengan tersendat-sendat karena faktor corona namun pihak kejaksaan negeri  mampu menyelesaikan kasus korupsi.

“Mungkin karena covid19, sehingga kinerjapun jadi terhambat. Saya apresiasi, atas pencapaian kejaksaan yang telah menyelesaikan kasus korupsi di masa sulit ini,” ujar Asep, melalui sambungan seluller.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Asep, biasanya kejaksaan mininal menyelesaikan dua kasus korupsi dalam satu tahun. Sehingga tidak menutup kemungkinan tahun depan kejaksaan negeri mengejar ketinggalan dalam kasus korupsi, sehingga tiga kasus korupsi akan menjadi target di tahun 2021.

“Jadi yang kemarin dirilis masih dalam proses penyelidikan yaitu Rutilahu (Cikopo), Dana Desa (Anjun) dan tanah merah (Cipancur). Ketiganya berpotensi akan menjadi tersangka pada tahun 2021 nanti. Kemungkinan orang yang paling bertanggungjawab di tiga desa itu sangat besar untuk dijadikan tersangka,” beber Asep, memprediksi tersangka kasus korupsi di tahun 2021.

Seperti diberitakkan sebelumnya, pihak kejaksaan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di tiga tempat yaitu desa Anjun Kecamatan Plered, Cikopo Kecamatan Bungursari dan Cipancur Kecamatan Cibatu. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds