Polisi Belum Berhasil Tangkap Penjual Miras Oplosan, MUI Geram Atas Peredaran Miras di Purwakarta

(ilustrasi) miras oplosan

(ilustrasi) miras oplosan


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sudah empat hari berlalu atas kejadian luar biasa meninggalnya dua orang warga Desa Sukamaju Kecamatan Sukatani akibat Minuman Keras (Miras) oplosan, jajaran kepolisian masih belum berhasil menangkap penjual miras oplosan tersebut.

Kabarnya pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku penjual minuman keras, tapi hingga saat ini pelaku belum berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian. Hal ini tentunya menjadi catatan tersendiri atas kinerja kepolisian di bagian reserse narkoba yang  belum optimal secara cepat atas terjadinya kejadian luar biasa itu, yang mengakibatkan meninggalnya dua warga akibat miras oplosan tersebut.

Selain dua orang yang meninggal, korban lainnya yang mengalami kritis di rumah sakit akibat miras oplosan tersebut sebanyak dua orang.

Menanggapi adanya korban jiwa akibat miras oplosan, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta bereaksi keras agar aparat hukum terutama kepolisian di bagian reserse Narkoba menindak tegas terhadap pedagang-pedagang miras dan melakukan razia sesering mungkin.

“Agama islam jelas mengharamkan minuman keras, karena salah satu biang dari kejahatan yaitu minuman keras,” kata Ketua MUI, KH. Jhon Dien melalui sambungan seluller.

Sehingga aparat penegak hukum harus bersungguh-sungguh melakukan pemberantasan miras, jangan segan-segan menindak para penjual miras yang jelas-jelas bisa merusak moral bangsa ini. Terlebih lagi sudah ada korban meninggal akibat miras oplosan, jangan sampai hal ini terulang lagi.

“Tindak tegas, bila perlu penjarakan para penjual miras. Sebagai efek jera bagi yang lainnya, minimalnya untuk mengurangi peredaran miras atau kalau memungkinkan zero miras di Purwakarta,” tambah Ajengan Jhon Dien, terdengar suara meninggi seolah geram atas peredaran miras di Purwakarta.

Kemudian juga ketua MUI meminta kepada masyarakat untuk menggalakan kembali ronda malam, agar kegiatan para pemuda yang nyata-nyata melakukan pesta miras seperti itu bisa di bubarkan oleh para petugas ronda malam.

“Semua pihak harus dilibatkan, untuk pencegahan miras ini. Apalagi kalau benar itu kejadian pesta miras, ronda malam harus kembali di aktifkan, agar ketika ada para pemuda berkerumun sedang pesta miras bisa langsung di bubarkan,” tambah Ajengan Jhon Dien.

Seperti diketahui, akibat pesta miras oplosan 2 orang tewas setelah menenggak miras yang belum diketahui apa saja kandungan dalam miras oplosan tersebut.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya juga dilarikan ke rumah sakit karena kritis akibat miras oplosan tersebut. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds