Catatan Kelam Wanita Panggilan Asal Purwakarta, Mati Dibunuh Usai Berbelit Bitis

Salah satu foto yang menggoda para hidung belang, disalah satu aplikasi online wanita penjual 'cinta satu malam'

Salah satu foto yang menggoda para hidung belang, disalah satu aplikasi online wanita penjual 'cinta satu malam'


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Catatan kelam mengenai wanita panggilan kali menimpa warga purwakarta, perempuan malang ini harus meregang nyawa di kamar kontrakannya seusai melayani tamu yang menikmati wajah cantik dan kemolekan tubuhnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, wanita malang ini sebut saja Derita usia 24 Tahun, menghembuskan nafas terakhirnya kemarin sore saat sudah selesai melakukan hubungan intim dengan tamu yang mrmbutuhkan jasa kehangatan tubuhnya.

Kejadian ini terjadi di kota bekasi, wanita panggilan asal purwakarta ditemukan tewas di kamar kontrakannya dengan berlumuran darah akibat leher korban ditusuk pisau. Pelaku pembunuh wanita panggilan tersebut akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian polres metro bekasi.

Kronologis kejadian sendiri bermula saat pelaku bernama Bayu Bani Adal menghubungi Derita di aplikasi michat, kemudian setelah harga disepakati dengan harga 450 ribu per sekali kencan, pelaku kemudian mendatangi kontrakan Derita untuk berasyiik masyuk menghangatkan tubuh karena cuaca belakangan ini sangat mendukung untuk melakukan esek-esek.

Namun mata gelap pelaku tergoda tumpukan uang milik Derita yang ada didalam dompetnya, mungkin uang tersebut merupakan hasil esek-esek dengan beberapa pelanggan sebelumnya. Karena ingin memiliki uang Derita, Bayu kemudian membunuh korban setelah usai berbelit betis sebelum meninggalkan kontrakan derita.

Kepala Desa Derita yang berasal dari Purwakarta, saat di hubungi via seluller mengenai warga desanya yang dibunuh di Bekasi Kota membenarkan bahwa pagi ini dirinya sedang berada di Polres Metro Kota Bekasi untuk mengurus jasad korban.

“Iya kang benar warga saya, saat ini saya sedang berada di polres metro bekasi,” ujar Kepala Desa asal Purwakarta yang meminta agar namanya tidak disebutkan.

Untuk korban sendiri, lanjutnya, statusnya pernah menikah (janda) sudah punya anak kemudian mencari nafkah di kota bekasi. Namun kami tidak mengetahui secara pasti apa pekerjaan korban, kami dihubungi pihak kepolisian untuk memastikan bahwa korban yang dibunuh merupakan warga dari Purwakarta.

“Menurut informasi yang kami terima, ya kronologj kejadiannya seperti itu,” tambah Kepala Desa, yang hingga berita ini ditirunkan masih berada di Polres Metro Kota Bekasi.

Penghasilan menjadi wanita panggilan dalam dunia malam memang cukup meenjanjikan karena mampu menghasilkan uang besar dengan cepat, tapi bisnis esek-esek itu memiliki resiko yang memang berat, selain beresiko terkena penyakit kelamin juga tidak sedikit yang menerima kekerasan fisik bahkan hingga dibunuh. (Adw/pojokjabar)

 

Catatan :

Nama dan Alamat Korban Ada di Redaksi.

 

Loading...

loading...

Feeds