Catatan Kelam Wanita Panggilan, Hilang Keperawanan Saat Lulus SD

Bunga layu (foto net)

Bunga layu (foto net)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Dunia malam merupakan dunia yang menjanjikan bagi sebagjan orang, terutama kaum hawa yang tidak memiliki sandaran untuk bertahan hidup ditengah pandemi covid19 seperti saat ini. Alasan klasik yang selalu menghantui saat berusaha bisa mengisi perut baik dirinya maupun keluarga, yaitu faktor ekonomi.

Wanita-wanita cantik berseliweran di medsos menawarkan kemolekan tubuhnya, ditawarkan dengan lembaran-lembaran rupiah. Bagi para hidung belang atau buaya darat, aplikasi untuk mencari para pemuas nafsu syahwat itu sangat mudah.

Didalam aplikasi ada yang menarik perhatian, saat melihat wajah mungil yang diperkirakan usianya baru belasan tahun tapi sudah terjun ke dunia esek-esek. Pojokjabar.com berusaha untuk menghubungi dan mewawancarai, membuat janji bertemu disalah satu caffe yang ada di kota Purwakarta.

Sebut saja namanya Pussy, wajahnya imut dengan postur tubuh mungil dibalut busana yang cukup minim menggoda setiap pria buaya darat yang melihatnya. Para hidung belang yang melihatnya pasti akan jelalatan saat melihat wanita yang selalu berselancar di dunia maya menawarkan kemolekan tubuhnya tersebut.

“Saya baru beberapa bulan di Purwakarta, terpaksa untuk bertahan hidup,” kata Pussy, saat ditanya mengapa bisa terjerumus ke dalam kehidupan dunia malam. Sambil sesekali menghembuskan asap roko dengan pandangan mata suram, menatap masa depan.

Namun yang mencengangkan ketika dirinya hilang keperawanannya saat usia sangat muda, terpaksa dirinya menjual keperawanan untuk biaya masuk ke sekolah walaupun pada akhirnya pendidikannya tidak tamat. Seolah bunga layu yang baru saja kuncup belum mekar, namun sudah dihisap madunya oleh sang kumbang jalang.

“Saat tamat Sekolah Dasar (SD), untuk biaya masuk ke SMP. Karena orang tua tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah ketingkat selanjutnya,” beber Pussy, dengan wajah penuh penyesalan karena harus kehilangan keperawanan saat usianya masih belia.

Kemudian Pussy meneguk minuman jus yang dipesannya, seolah menghilangkan rasa bersalah atas nasib yang menimpanya, sambil mengenang kembali kejadian yang telah berlalu. Itu merupakan catatan kelam masalalunya, hingga saat ini terjun ke dunia malam. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds