‘Henteu Aengmah Henteu Mabok, Mung Lier’ Racau Warga Saat Diamankan Polisi Ditengah Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja

Salah seorang warga diamankan saat unjuk rasa berlangsung di depan kantor DPRD Purwakarta, karena diduga mabuk minuman keras.

Salah seorang warga diamankan saat unjuk rasa berlangsung di depan kantor DPRD Purwakarta, karena diduga mabuk minuman keras.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Ditengah aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan kantor DPRD Purwakarta, polisi amankan salah satu warga yang ikut unjuk rasa karena diduga mabuk berat.

Kejadian diamankannya seorang warga yang diduga mabuk, saat beberapa perwakilan anggota DPRD naik keatas mobil komando untuk membacakan rekomendasi penolakan UU Cipta Kerja yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia.

Pria yang menggunakan kaos coklat tua dan bertraining ini digelandang dua anggota kepolisian yang satu dari provost sementara satu lagi anggota menggunakkan baju preman.

“Henteu, aengmah hente mabok mung lier (tidak saya tidak mabuk, cuma pusing),” ujar pri berkaos coklat tua yang jalannya sempoyongan dan hampir ambruk bila tidak dipapah oleh kedua anggota kepolisian yang mengamankannya.

Kemudian warga tersebut dibawa ke dalam area kantor DPRD Purwakarta oleh aparat kepolisian, untuk diamankan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masa pengunjuk rasa.

Seperti diketahui, hari ini merupakan puncak aksi demo para buruh yang menolak UU Cipta Kerja. Para buruh menuntut agar pemerintah mencabut UU tersebut karena dapat menyengsarakan para buruh baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Aksi unjuk rasa pagi hingga sore ini berjalan kondusif, para buruh bertahan di depan kantor DPRD hingga perwakilan beberapa anggota dewan menemui mereka membawa surat rekomendasi dan membacakan bahwa secara lembaga DPRD Purwakarta menolak UU Cipta Kerja. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds