Tugu Peluru di Kampung Sukajaga Purwakarta Jadi Saksi Kekejaman Belanda

Tugu berbentuk peluru yang ada di Kampung Sukajaga RT08 RW03, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta itu menjadi saksi sejarah pernah ada pembantaian yang dilakukan Belanda ke warga Indonesia.

Tugu berbentuk peluru yang ada di Kampung Sukajaga RT08 RW03, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta itu menjadi saksi sejarah pernah ada pembantaian yang dilakukan Belanda ke warga Indonesia.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sebuah Prasasti berbentuk peluru berdiri tegak berada di Kampung Sukajaga RT08 RW03, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Bukan tanpa alasan, tugu yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan tugu peluru itu, sengaja dibangun sebagai penghargaan masyarakat atas peristiwa kelam yang terjadi pada 7 orang pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jadi di lokasi tugu peluru tersebut, merupakan lokasi dimana ada 7 pejuang dieksekusi tentara Belanda dengan cara dibrondong tembakan, terang Kades Cihanjawar, E Nurhayat, Rabu (30/9).

Sesuai tulisan yang tertera pada prasasti tugu peluru, lanjut Kades yang akrab disapa Babab itu, peristiwa tersebut terjadi pada kisaran tahun 1948 silam atau pada serangan Belanda yang terkenal dengan sebutan Agresi Belanda II. 7 orang korban keganasan Belanda yang dieksekusi di tugu peluru itu yakni bernama, Enos Sanosi, Jamhur, Jakaria, Oji, Adung, Oha dan Arja, ujarnya.

Diketahui, Tugu Peluru sendiri mulai dibangun masyarakat setempat pada tahun 1980 atau masa jabatan Pjs Kades Cihanjawar bernama Ruslan. Kala itu, masa awal-awal pemekaran Desa Cihanjawar dari Desa Pasanggrahan.

Tugu Peluru yang berbentuk persis seperti peluru dalam posisi berdiri tegak itu juga dibangun sebagai saksi bisu jika dilokasi tersebit pernah terjadi peristiwa yang harus dikenang masyarakat hingga saat ini.

Seiringnya waktu, tugu peluru pun sudah beberapa kali dilakukan perbaikan atau pemeliharaan dan terakhir kali hal itu dilakukan sejumlah mahasiswa dari Jakarta yang tengah KKN di desa Cihanjawar pada tahun 2018 lalu.

Tugu peluru itu intinya memiliki nilai sejarah terutama bagi masyarakat disini Cihanjawar makanya itu tugu peluru hingga saat ini tetap dipelihara dan dijaga, pungkasnya.

(gan/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds