Anggota DPR RI Jenguk Nenek Kinah yang Dibacok Anak Kandungnya, Beri Bantuan Jamin Hidup Nenek Tua Tersebut

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (pake iket) bersama Nardi Kepala Desa Karya Mekar (kaos putih), saat menjenguk Nenek Kinah (terbaring) yang di bacok anak kandungnya sendiri.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (pake iket) bersama Nardi Kepala Desa Karya Mekar (kaos putih), saat menjenguk Nenek Kinah (terbaring) yang di bacok anak kandungnya sendiri.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sungguh memilukan cerita nenek Kinah (70) saat dirinya berusaha untuk mengurus kedua cucunya dengan kasih sayang, penuh perhatian dan juga dengan segenap tenaganya merawat kedua anak dari anaknya harus tergolek lemas karena dibacok anaknya sendiri.

Namun walaupun terluka akibat senjata tajam, tak ada raut dendam kepada anaknya yang telah tega melukainya. Walaupun nenek Kinah masih terbaring menahan sakit, masih peduli kepada cucunya dengan cara memegangi botol susu sambil menidurkan cucunya. Padahal ayah dari cucunya itu yang telah melukai dirinya menggunakan senjata tajam.

Luka yang diderita nenek Kinah, di bagian leher, jari tangannya dan kaki pada bagian pahanya. Luka itu didapatkan nenek Kinah dari anak kandungnya bernama Dedi, saat dirinya menyerang tiba-tiba nenek Kinah yang tengah berbicara dengan anak-anaknya yang lain.

Nenek Kinah tidak mempermasalahkan hal itu, karena nenek Kinah mengetahui bila anak kandungnya itu sedang mengalami gangguan mental atau sakit jiwa. Saat itu nenek kinah sedang bicara sama anak-anaknya, tiba-tiba Dedi menyerang membabi buta dan melukai ibu kandungnya sendiri. Dedi mengira ibunya tengah membicarakan dirinya, sehingga langsung menyerang ibu kandungnya menggunakan senjata tajam.

Mendengar kejadian tersebut, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi kemudian mendatangi rumah Nenek Kinah yang berada di Desa Karya Mekar, Kecamatan Cibatu.

Wakil ketua Komisi IV DPR RI ini sempat tergugah hatinya, walaupun nenek Kinah telah dilukai oleh anak kandungnya tapi masih memberikan perhatian dan kasih sayang kepada cucunya yang baru berusia 6 bulan. Padahal bayi yang ada disampingnya tersebut merupakan anak dari Dedi, anak kandung yang telah melukainya.

“Saya merasa takjub dan kagum kepada nenek Kinah, dia menerima kejadian itu dengan iklas. Tidak ada dendam, tidak marah bahkan dengan iklas tetap mengurus kedua cucunya yang merupakan anak Dedi,” kata mantan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta tersebut, saat dihubungi pojokjabar.com via seluller.

Tidak hanya sampai disitu, Dedi Mulyadi selain menyerahkan bantuan untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari juga akan menanggung biaya hidup nenek Kinah.

“Kedepannya saya siap menangung biaya hidup nenek Kinah yang masih terbaring lemah tersebut,” tambah Dedi yang selalu menggunakan ikat kepala ciri khas dari budaya sunda.

Terpisah, Nardi selaku kepala desa karya mekar membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pelaku yang membacok ibu kandungya karena mengalami gangguan jiwa telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua untuk diobati kembali.

“Anaknya pasien dari RSJ, saat ini sudah dibawa kembali ke RSJ Cisarua. Adapun anak dari Dedi ada dua orang, yang satu usia SD dan satunya masih usia bayi (6 bulan) di urus oleh nenek Kinah yang merupakan ibu kandung Dedi,” kata Nardi, melalui sambungan seluller.

Kepala Desa Karya Mekar sangat berterimakasih kepada Anggota DPR RI Dedi Mulyadi, selaku wakil rakyat dari daerah pemilihan Purwakarta, Karawang dan Bekasi tersebut karena begitu peduli dengan masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangannya. Karena malam tadi sudah datang dan menjenguk nenek Kinah.

“Wakil Rakyat yang menjadi contoh atau sauri tauladan bagi kita semua, karena begitu memperhatikan masyarakat yang sedang kesusahan,” tutup Nardi, mengakhiri pembicaraan via seluller. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds