TGGP Covid-19 Purwakarta Ungkap Sebab Penambahan Kasus Positif Covid-19

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Ada lonjakan angka warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Demikian catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Purwakarta.

“Hari ini, terjadi penambahan jumlah pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif sebanyak 14 orang. Kini, jumlahnya menjadi 31 orang”, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, Dr Deni Darmawan kepada kantor Berita Politik RMOLJabar, Kamis (13/8).

Menurut Deni, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 98 orang.

“Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 63 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 4 orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 31 orang yang berstatus terkonfirmasi positif,” ujar Deni.

Ia juga menyebut ke-31 warga terkonfirmasi tersebut, 15 orang diantaranya terdapat di Kecamatan Purwakarta, 7 orang di Kecamatan Wanayasa, 2 orang di Jatiluhur, 1 Sukatani, 1 Tegalwaru, 1 Darangdan, 1 Babakan Cikao, 2 Campaka dan 1 orang di Kecamatan Kiarapedes.

“Penambahan kasus konfirmasi positif yang terjadi di Purwakarta ini karena beberapa hal, seperti tak diberlakukannya lagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), protokol kesehatan terkadang kurang dipatuhi, dan masifnya pemeriksaan swab tes,” ujar Deni.

Dijelaskan Deni, Gugus Tugas juga tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai.

“Data lainnya juga kami sampaikan, untuk kontak erat jumlahnya tetap 116 orang, Suspek bertambah 7 orang, jumlahnya menjadi 19 orang dan probable nihil,” tuturnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini.

Lebih lanjut Deni mengatakan, adapun langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Purwakarta untuk menghadapi situasi ini, Deni menyebutkan melalui pelacakan yang efektif, pelaksanaan manajemen klinis sesuai Permenkes nomor 413 tahun 2020, dan berkoordinasi dengan tim Covid-19 pusat juga provinsi.

“Kepada masyarakat Purwakarta dimohon untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas,” katanya.

“Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19,” demikian Deni.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds