Hotel Berbintang Tempat Banggar DPRD Purwakarta, Ada Fasilitas SPA, Karaoke dan Penari Striptis

Para anggota DPRD Purwakarta, saat rapat banggar di salah satu hotel berbintang di Bandung.

Para anggota DPRD Purwakarta, saat rapat banggar di salah satu hotel berbintang di Bandung.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Lokasi tempat dilaksanakannya rapat Badan Anggaran di salah satu hotel yang ada di Kota Bandung, hotel tersebut merupakan salah satu hotel berbintang dengan berbagai ragam fasilitas penunjang untuk para tamu hotel.

Menurut salah seorang warga yang pernah berkunjung dan menjadi tamu hotel tersebut, hingar bingar dunia malam sangat kental terasa di area hotel itu. Karena di hotel itu ada fasilitas hiburan malamnya.

“Bisaan milih hotelna, fasilitas hotelna lengkap aya Spa, Karaoke, striptisna atuh didinyamah (Pintar milih hotelnya, fasiltitas hotelnya lengkap ada Spa, tempat karaoke, ada striptisnya kalau di hotel itumah),” kata salah seorang warga saat memberitahukan lokasi hotel tempat acara rapat banggar Dprd purwakarta, kepada pojokjabar melalui pesan whatsapp menggunakan bahasa sunda.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anggota DPRD bagian Badan Anggaran (Banggar), rencananya hari ini mulai bertolak ke kota Bandung untuk melakukan pembahasan kembali anggaran perubahan APBD tahun 2020.

Salah seorang anggota Dewan yang tergabung kedalam Badan Anggaran membenarkan, bahwa hari ini rencananya mereka akan berangkat ke Bandung ke salah satu hotel tempat rapat Banggar dilaksanakan.

“Semua anggota banggar berjumlah 21 orang, rencananya sore ini kami bertolak ke bandung. Sesuai dengan yang sudah di jadwalkan selama 4 hari,” ujar salah satu anggota dewan bagian Banggar yang enggan disebutkan namanya, melalui sambungan seluller.

Menanggapi keberangkatan para wakil rakyat bagian Banggar ke Bandung, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB) mengkritik keras keberangkatan dari Banggar DPRD tersebut.

“Situasi dan kondisi kita saat ini masih ditengah pandemi corona, sebaiknya kalaupun tetap harus dilaksanakan tidak usah di luar kota,” kata Asep Saepudin, melalui sambungan seluller kepada pojokjabar.

Masih menurut Asep, padahal bupati purwakarta, Anne Ratna Mustika, beberapa waktu lalu ingin meningkatkan kembali gairah perekonomian masyarakat disaat ekonomi tengah terseok-seok seperti ini.

“Berapa ratus juta uang yang dikeluarkan dalam rapat banggar tersebut, kenapa harus di luar kota purwakarta. Padahal bila banggar dilaksanakan di kota sendiri, bisa mendongkrak perputaran ekonomi yang sangat menguntungkan masyarakat,” tambah Asep.

Itu bila dilihat dari segi ekonomi, kemudian kita lihat dari segi kemanusiaan mengapa mereka ngotot dan bahkan tega sekali melakukan kegiatan diluar kota. Situasi saat tengah pandemi, para wakil rakyatnya malah bepergian ke luar kota.

“Masyarakat bisa menilai dari sisi kemanusiaanya, pantas atau tidak saat sebagian masyarakat menderita sementara wakil rakyatnya tidur di hotel mewah di luar kota,” tegas Asep, dirinya merasa prihatin.

Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu Nurani para anggota dewan, bila mereka memiliki rasa kepedulian dan rasa prihatin yang dalam dengan situasi kondisi saat seperti ini, seharusnya mereka tidak melakukan rapat banggar diluar daerah.

“Semoga saja mereka masih memiliki hati nurani, jangan sampai di situasi yang masih serba susah seperti saat ini mereka berfoya-foya di luar kota sana. Dengan menggunakan fasilitas mewah, yang nyata-nyata anggarannya merupakan anggaran negara,” tutup Asep, mengakhiri pembicaraan melalui seluller.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu tepatnya pada hari Senin (27/07) para wakil rakyat dari DPRD Purwakarta yang sedang melakukan Rapat Badan Anggaran dibubarkan oleh Satpol PP. Karena salah satu anggota dewan dari unsur pimpinan dinyatakan positif covid19. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

Dalam aksi yang dilakukan oleh ribuan buruh dalam penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law, satu spanduk yang mereka bawa mencuri …