Umbul-umbul Bisa Jadi Duri dalam Pelaksanaan HUT Purwakarta yang Sederhana

Penampakan umbul-umbul hari HUT Kota/Kab.Purwakarta

Penampakan umbul-umbul hari HUT Kota/Kab.Purwakarta


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Hari Ulang Tahun (HUT) Kota/Kab. Purwakarta ditengah situasi masih dalam vandemik covid 19, rencananya akan di gelar secara sederhana tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu diperingati secara meriah.

Hal itu sesuai dengan surat keputusan bupati yang diterima oleh redaksi, bahwa untuk pelaksanaan kegiatan HUT Kota/Kab.Purwakarta sekaligus HUT Kemerdekaan RI Tahun 2020 akan dilakukan secara sederhana.

Surat bupati bernomor 003.1/1872/Disporaparbud tersebut di tujukan kepada seluruh Dinas, Camat, Kepala Desa, Pimpinan BUMN dan BUMD, Pimpinan Perbankan hingga para pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Yang menarik dari isi surat tersebut yaitu poin ke tiga, dimana poin tersebut menyebutkan untuk memasang umbul-umbul, hiasan ataupun dekorasi mulai tanggal 10 Juli sampai dengan tanggal 31 Agustus.

Menanggapi hal itu, ketua lembaga swadaya masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB) menyambut baik bila kegiatan tahunan tersebut di laksanakan secara sederhana.

“Namun perlu juga di perhatikan, dibalik kesederhanaan itu jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi. Atau memancing di air keruh, karena bisa menjadi duri dalam pelaksaan HUT yang sederhana,” beber Asep Saepudin saat dihubungi via seluller.

Asep kemudian menjelaskan, salah satu yang dimaksudnya yaitu berkaitan dengan pembelian umbul-umbul untuk peringatan HUT tersebut. Jangan sampai untuk pembelian umbul-umbul tersentralisasi, karena tidak menutup kemungkinan akan menjual umbul-umbul diatas harga pasaran.

 

Umbul umbul

Salah satu contoh umbul-umbul HUT Kota/Kab.Purwakarta.

 

“Kalau tersentralisasi terkesan jual paksa, mau tidak mau harus dibeli dengan harga yang sudah ditentukan. Tanpa melihat harga pasaran umbul-umbul pada umumnya, mencari keuntungan dari penjualan umbul-umbul. Ini yang namanya bisa jadi duri dibalik pelaksanaan HUT sederhana,” beber Asep, menerangkan.

Asep berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diberi kewenangan untuk membuat umbul-umbul membagi rata kepada para pengusaha percetakan, jangan sampai di monopoli oleh salah satu percetakan saja.

“Kondisi ekonomi saat ini tengah sulit akibat covid19, bupati harus bijak untuk membagi rata pencetakan umbul-umbul kepada pengusaha percetakan. Kalau sampai bupati tidak tahu hal kecil seperti ini, kasihan para pengusaha percetakan bila di monopoli oleh segelintir percetakan,” tutup Asep.

Dari informasi awal yang diterima redaksi, sentralisasi penjualan umbul-umbul sedang terjadi di Purwakarta. Bahkan kabarnya umbul-umbul tersebut, dalam waktu dekat akan di sebar ke seluruh desa-desa/kelurahan, Opd dan kecamatan. (Adw/pojoljabar)

Loading...

loading...

Feeds