Pohon Nangka Jadi Saksi Bisu, Warga Bogor Gantung Diri di Purwakarta

Kapolsek Darangdan saat melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP) seorang pria yang gantung diri.

Kapolsek Darangdan saat melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP) seorang pria yang gantung diri.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Pohon nangka menjadi saksi bisu saat seorang pria mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri,disalah satu cabang pohon tersebut.

Masyarakat di Kampung Pasir Muncang, Desa Sirnamanah Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta digemparkan dengan penemuan sesosok mayat Pria yang tergantung di sebuah pohon nangka di wilayah tersebut.

Menurut Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan, melalui Kapolsek Darangdan, AKP Subagyo, kejadian bermula pada Kamis (9/7/2020) sekira pukul 01.00 WIB dini hari, korban yang diketahui bernama Adiawinata (40) yang merupakan warga Desa/Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor itu berangkat seorang diri dari rumah ibunya dengan tujuan tak diketahui.

“Kami menerima laporan telah terjadi seorang laki-laki gantung diri di pohon nangka menggunakan tali kawat warna biru kombinasi putih,” ungkap Subagyo, saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskannya, Korban merupakan warga Bogor yang tengah berkunjung ke rumah orangtuanya di Desa Sirnamanah, Kecamatan Darangdan, pada pukul 01.00 dini hari korban pergi dari rumah orangtuanya tersebut, dan ditemukan warga sudah tewas tergantung.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban, diketahui korban saat ini sedang dalam masa pengobatan akibat depresi masalah pribadi atau kehidupannya,” jelas Kapolsek.

Saat melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Subagyo, Korban yang masih tergantung dengan tali tampar yang melilit di lehernya. Setelah anggota polisi dan tim medi datang di TKP, jasad korban diturunkan.

“Korban dinyatakan meninggal akibat gantung diri dan keluarga korban sudah menerima kematian korban sebagai musibah,” ungkap Kapolsek.

Ia menambahkan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, sedangkan yang menjadi kenekatan korban melakukan jalan pintas mengakhiri hidupnya tersebut masih belum diketahui.

“Namun, saat melakukan aksi gantung diri tersebut, menurut keluarganya, korban diketahui selalu putus asa terkait kehidupannya,” Pungkasnya. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds