Pengasuh Ponpes Cipulus Desak Pemkab Purwakarta Putuskan New Normal

Audiensi Dewan Pondok Alhikamussalafiyah dengan Legislator Purwakarta./Foto: Istimewa

Audiensi Dewan Pondok Alhikamussalafiyah dengan Legislator Purwakarta./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Wakil Pimpinan Dewan, Neng Supartini mengapresiasi langkah pengasuh ponpes Cipulus untuk melakukan koordinasi tersebut. Ia bersama komisi IV akan menindaklanjuti New Normal untuk pesantren ini agar diberlakukan dan memperhatikan protokol Covid-19.

Selain itu, ia juga akan meminta agar angaran Covid-19 sebagian disalurkan ke ponpes yang ada di Kabupaten Purwakarta untuk penyediaan disinfektan, hand sanitizer, alat rapid test, dan tempat cuci tangan.

“Ia sepakat agar santri kembali ke ponpes dengan memberlakukan protokol covid-19 dan hanya untuk santri yang ada di wilayah Purwakarta, tapi untuk di luar Purwakarta agar bersabar dulu,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Perwakilan Komisi IV, Muhsin Junaedi, pihaknya akan sesegera mungkin melaksanakan koordinasi dengan Pemda, dan Gugus Tugas Covid-19 agar permasalahan ini segera diputuskan.

Diketahui, dalam agenda koordinasi tersebut dihadiri oleh Wakil Pimpinan Dewan, Pemerintah Daerah yang diwakili oleh sekretaris daerah (Sekda), Kementrian Agama (Kemenag), Ketua forum Pondok Pesantren serta Perwakilan dari Dinas Kesehatan.

Seperti diketahui, bahas Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal di lingkungan Pondok Pesantren, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Wanayasa, Purwakarta datangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) wilayah setempat.

Dewan Kiyai Ponpes Alhikamussalafiyah, KH Muhammad Mahmud mengatakan, banyak orang tua wali santri yang meminta agar pondok pesantren kembali beraktivitas setelah cukup lama vakum akibat pandemi Covid-19.

Ia pun meminta agar pemerintah daerah serius dalam memperhatikan persoalan tersebut.

“Kami khawatir jika terlalu lama diliburkan akan berakibat para kebiasaan santri selama di Ponpes akan luntur. Jadi New Normal untuk pesantren ini sangat lah penting,” ujar pria yang akrab disapa Kiyai Acep, Senin (8/6).

Kyai Acep juga mengatakan, saat ini Ponpes Cipulus sudah menerapkan SOP penanggulangan Covid-19, seperti menyedikan alat penyemprotan disinfektan di tiap-tiap gerbang masuk dan menyiapkan tempat cuci tangan ditiap sudut jalan dan asrama. Itu dilakukan dalam rangka pencegahan dan mengantisipasi para santri yang akan masuk kembali ke pondok.

“Kami meminta agar pemerintah dan dinas terkait untuk sesegera mungkin merespon dan segera memutuskan New Normal untuk pesantren,” katanya.

 

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds