Kadis Kesehatan Benarkan Belasan Orang yang Meninggal Berstatus PDP

Pencegahan virus Corona di Kabupaten Purwakarta (ist)

Pencegahan virus Corona di Kabupaten Purwakarta (ist)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, dr Deni Darmawan membenarkan atas meninggalnya belasan orang akibat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid19, selama pandemi corona hingga saat ini tercatat 13 orang menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut dr Deni, korban yang meninggal dunia diambil dari data seluruh rumah sakit yang ada di Purwakarta. Sehingga dikatahui berapa jumlah warga masyarakat yang PDP diseluruh wilayah purwakarta, termasuk yang meninggal dunia.

“Data dari gabungan seluruh rumah sakit, walaupun belum ada hasil swab,” kata dr Deni melalui sambungan seluller, yang juga sebagai juru bicara gugus tugas covid19 kabupaten purwakarta.

Yang meninggal, selama pandemi ini bergejala seperti covid19 atau pasien yang meninggal baru menjalankan rapid positif.

“Bukan hasil swab, kalau hasil swab kan positif bukan PDP,” tambah dr deni.

Banyaknya warga yang meninggal hingga mencapai belasan walaupun masih dalam status PDP, perlu di waspadai oleh seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat.

Sedangkan untuk data keseluruhan mengenai covid19, sesuai rilis yang diterima oleh redaksi dari pemmerintah daerah kabupaten purwakarta per Rabu kemarin yaitu terkonfirmasi positif berjumlah 20 orang. Sementara ODP jumlahnya 108 orang. Untuk yang berstatus PDP berjumlah 24 orang.

Gugus Tugas juga tak bosan-bosan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan optimis menghadapi wabah Covid-19.

Sejumlah langkah antisipasi terus dilakukan oleh jajaran Pemkab Purwakarta melalui gugus tugas covid-19, di antaranya, Dinas Kesehatan tetap melakukan rapid test (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) bagi yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan.

Sementara, pada sisi pencegahan yang bersifat kewilayahan, Pemkab Purwakarta telah memberlakukan Pembatasaan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sifatnya parsial hingga 20 Mei mendatang. PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.

“Kami juga mengimbau agar warga tetap melaksanakan anjuran pemerintah yaitu physical dan social distancing, agar tetap aman terhindar penularan Covid-19 serta mengikuti prosedur-prosedur PSBB jika berada di luar rumah,” demikian dr Deni Darmawan, dalam keterangan tertulisnya. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds