PSBB Hari Kedua Masih Kacau, Dampak dari Kurang Sosialisasi kepada Masyarakat

Para petugas satpol PP saat memberikan teguran kepada pedagang di pasar jum'at yang masih tetap berjualan, kemudian meminta agar pemilik toko menutup tokonya yang masih buka.

Para petugas satpol PP saat memberikan teguran kepada pedagang di pasar jum'at yang masih tetap berjualan, kemudian meminta agar pemilik toko menutup tokonya yang masih buka.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Kurang siapnya pelaksaan PSBB yang dilakukan pemerintah kabupaten purwakarta mulai terlihat, kondisi ini jelas seperti di paksakan sehingga masih kacau dilapapangan. Kemudian pemerintah daerah masih minim sosialisasi, karena masyarakat banyak yang tidak mengetahui apa itu psbb.

Hal itu tampak dari para pengguna kendaraan di jalananan yang masih ramai, bahkan banyak pengendara tidak menggunakan masker sebagai bentuk kurangnya sosialisasi terhadap persiapan psbb.

Bukan hanya itu, diwilayah perkotaan yang nota bene dekat dengan kantor pemerintahanpun masih banyak toko-toko yang buka. Sehingga terpaksa satpol pp mengambil langkah tegas, yaitu melakukan penutupan dan penyegelan toko yang masih bandel buka saat sedang memasuki psbb.

Penyebab utama dari tidak pahamnya masyarakat terhadap psbb akibat sosialisasi atau pemberitahuan yang disampaikan pemerintah daerah kurang maksimal, dan jauh dari harapan. Sehingga masyarakat banyak tidak mengetahuinya, malah enjoy melakukan aktfitas seperti biasanya tanpa tau apa itu psbb.

Banyaknya aktifitas masyarakat yang tidak mempedulikan psbb di akui oleh bupati purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat melakukan monitoring di jalan-jalan utama yang ada di kabupaten purwakarta.

Menurut Ane, masih banyak kendaraan yang melintas baik di jalan alternatif maupun jalan protokol.

“Masih banyak aktifitas masyarakat pada pelaksanaan PSBB hari ke 2 ini. Baru saja saya memantau dari arah Pasawahan, Cihideung, Citalang, kemudian ke Jalan Ipik Gandamanah, lalu ke Cikopak dan berputar balik di Sadang masuk ke jalan veteran dan Jalan Jendral Sudirman,” Ujarnya, ke sejumlah awak media.

Bahkan Anne pun mengakui masih banyak para pedagang yang berjualan saat memantau secara langsung kondisi psbb hari ke dua, kemungkinan sosialisasi pemerintah daerah kurang sehingga masyarakat tidak mengetahuinya.

“Hari ini gugus tugas gabungan sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan para pedagang, yang masih buka. Mudah-mudahan, kesadaran mereka untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan PSBB di purwakarta bisa terwujud dengan baik,” kata Anne, dihadapan sejumlah media. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds