Banyak Pengunjung dari Zona Merah Covid19, Sekda Bakal Tutup Rumah Makan

Tampak kendaraan parkir disalah satu rumah makan di Purwakarta yang rata-rata kendaraan pengunjung dari zona Merah Covid 19,

Tampak kendaraan parkir disalah satu rumah makan di Purwakarta yang rata-rata kendaraan pengunjung dari zona Merah Covid 19,


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Peurwakarta, Iyus Permana memastikan akan menutup rumah makan yang ada di Bungursari, bila benar rumah makan tersebut buka dan berpontensi menjadi tempat terpaparnya virus corona.

Hal itu berkaitan dari para pengunjung yang datang ke rumah makan yang kebanyakan berasal dari daerah Zona merah covid 19, sehingga pihak pemerintah daerah perlu mewaspadai dan memberikan teguran keras kepada pihak rumah makan.

“Ya Satpol PP akan memeriksa ke sana (Rumah Makan-red),” ujar Sekda Purwakarta, Iyus Permana via Seluller.

Rumah makan yang Kembali buka berjualan meski sebelumnya tempat tersebut tutup, rumah makan sate terkenal di Bungursari dinilai tidak patuhi intruksi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tentang pencegahan virus Covid 19.

Terpisah, dari pantauan dilokasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Purwakarta, rumah makan sate yang sempat menjadi ikon di Purwakarta ini kembali beroperasi.

Beroperasinya rumah makan ini jelas menjadi kekhwatiran, pasalnya rumah makan ini menerima pesan makan ditempat dengan konsumen yang didominasi berasal dari wilayah zona merah Jabodetabek.

“Dalam surat edaran bupati no 443.1/1059 Disporparbud Tentang perpanjangan masa peningkatan keawspadaan terhadap penyebaran Virus Covid 19 di sektor pariwisata dan hiburan. Jelas dalam point satu tertulis, agar semua aktifitas rumah makan , resto dan hiburan di tutup sementara hingga 31 Mei 2020. Jadi jika ada yang buka jelas dinilai melanggar,” ungkap Kasi Pengendalian dan Operasional Pol PP Purwakarta Teguh Juarsa.

Kekhawatiran Pol PP pemkab Purwakarta atas membamdel nya rumah makan ini melayani pesanan makan ditempat,padahal konsumen yang makan mayoritas dari luar kota.

Selain dinilai melanggar Perbup, pemilik rumah makan dinilai juga tidak mengindahkan intruksi pemerintah pusat dalam hal ini Presiden tentang Sosial Distance dan membahayakan pegawainya dengan tidak beraktifitas atau dihimbau diam di rumah.

“Kami kira semua pihak agar bisa menahan diri, jika satu tidak ditertibkan. Khawatir rumah makan yang lain akan mengikuti. Nah, kalo sudah demikian pemerintah yang repot,” tegas Teguh kepada salah satu pegawai rumah makan dilokasi.

Atas dasar surat edaran dan intruksi pemerintah yang terus di sosialisasikan di seluruh wilayah di Indonesia. Pol PP Purwakarta berharap pengelola rumah makan sate di Bungursari esok untuk tutup jika tidak ingin ditindak dengan tegas.

“Hari ini kita peringati dan diawasi, besok kami minta mereka tutup, jika pun boleh buka hanya melayani take away, atau pesan bungkus sehingga tidak terjadi kerumunan,”tegasnya Teguh, kemudian akan menempatkan personilnya dilokasi.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak pengelola rumah makan alasan beroperasinya rumah makan tersebut meski sudah ada aturan yang mengikat. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds