DLH Purwakarta Beberkan Sebab Banyak Sampah Tak Terangkut

 Petugas Dinas Lingkuhan Hidup Kabupaten Purwakarta saat membersihkan tempat pembuangan sampah sementara yang ada di pinggir jalan arteri Purwakarta./Foto: RK

Petugas Dinas Lingkuhan Hidup Kabupaten Purwakarta saat membersihkan tempat pembuangan sampah sementara yang ada di pinggir jalan arteri Purwakarta./Foto: RK


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta belum banyak mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah.

Hal ini disebabkan oleh lambannya warga membuang sampah di TPS.

Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkuhan Hidup Kabupaten Purwakarta, Acep Yulimulya mengatakan, dalam pengelolaan sampah seluruh elemen dan stakeholder harus juga terlibat tanpa terkecuali. Artinya, tak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Menyelamatkan lingkungan, harus menjadi bagian dari komitmen bersama,” ujar Acep, Senin (9/3).

Ia menyadari, sejauh ini budaya bersih dan nyaman di masyarakat cenderung menurun. Bahkan, kepekaan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan masih sangat kurang.

Salah satu contohnya, bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat, bahkan dengan waktu yang tidak tepat.

“Sampai saat ini, kami sering melihat tumpukan sampah di gang-gang yang ada di pinggir jalan. Padahal mobil pengangkut sampah sudah beroperasi untuk mengangkut sampah ini dari jam 5 sampai jam 7 pagi,” katanya.

Menurutnya, kalau masyarakat bisa membuang sampah sebelum armada pengangkut beroperasi, mungkin pemandangan sampah yang berserakan di sisi jalan tidak akan terlihat.

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mengintensifkan sosialisasi supaya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah bisa tergugah.

“Imbauan kami, kalau mau buang sampah jangan lewat waktu operasional armada sampah. Karena, dipastikan tidak terangkut untuk dibuang ke TPS,” jelasnya.

Acep menjelaskan, merujuk pada aturan harusnya sebelum jam 7, itu jalur-jalur yang ada harus sudah bersih dari tumpukan sampah. Tapi, pada kenyataannya masih ada saja yang membuang sampah lebih dari jam tersebut.

Sebenarnya, sambung dia, dalam hal ini pihaknya bukan hanya berbicara soal estetikanya saja, tapi lebih ke kenyamanan. Tentunya, untuk meminimalisasi timbulnya masalah lain dari sampah. Misalnya, masalah kesehatan.

“Kenyamanan, kebersihan dan keindahan lingkungan harus dibuat oleh kita sendiri. Kalau lingkungannya bersih, dipastikan akan jauh dari sumber penyakit. Dengan begitu, saya harap masyarakat bisa lebih peka lagi. Jangan sampai, membiarkan lingkungannya terlihat kotor,” ujarnya.

(RK/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds