“Saya Menjadi Janda, karena Pelakor Berstatus Janda Asal Karawang,”

Perebut Laki Orang (Pelakor).
Foto Ilustrasi.

Perebut Laki Orang (Pelakor). Foto Ilustrasi.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – “Siang itu saya bergegas ke dapur, mengambil pisua. Karena saya mau menemui suami dengan alasan ingin bertemu anak-anak”

Cerita seorang ibu muda, sebut saja Mawar (31) warga asal purwakarta mengawali ceritanya kepada pojokjabar. Sambil sesekali terdengar nafasnya masih memburu, karena tampaknya Mawar masih kesal.

Menurut Mawar akhir tahun lalu, tepatnya sekitar awal-awal bulan Desember dirinya menerima kabar suaminya sebut saja Donjuan (33) menikah lagi dengan janda asal Karawang.

“Perebut Laki Orang (Pelakor) itu janda tua usianya sekitar 40 tahunan, asalnya dari Karawang. Bagai disambar petir disiang bolong, suami saya diam-diam kawin lagi,” kata Mawar, sambil menahan rasa kesal dan emosi.

Emosi Mawar meledak-ledak, ingin rasanya bertemu dengan Pelakor yang telah tega merebut suaminya. Padahal buah cinta Mawar dan Donjuan sudah memiliki bebberapa anak.

“Beberapa hari lalu saat saya mau tidur siang, ada pesan masuk. Suami ingin bertemu dengan anak yang paling kecil, kamipun janjian akan bertemu di sebuah toserba,” tambah Mawar, mengingat kejadian beberapa hari lalu.

Fikiran saya waktu itu, lanjut Mawar, suami saya pasti datangnya bareng sama pelakor. Ini kesempatan untuk bertemu dengan pelakor dan melabraknya.

“Sempat ke dapur ngambil pisau, kemudian menggendong anak saya untuk bersiap bertemu dengan suami,” kata Mawar melanjutkan ceritanya.

Beruntung Mawar masih memiliki kesadaran, pisau yang tadinya sudah di kantongi akhirnya di simpan lagi tidak jadi di bawa.

“Saya takut gelap mata, sehingga pisau tidak jadi dibawa. Saya bergegas ke salah satu toserba yang sudah disepakati,” beber Mawar.

Kemudian Mawar bertemu dengan Donjuan, dengan menahan emosi Mawar berusaha tenang saat bertemu dengan suaminya. Karena beberapa kali Mawar melirik disekitar toserba, tidak melihat wanita atau pelakor yang telah merebut suaminya.

“Karena yang saya cari tidak ada, saya pura-pura bergegas hendak pulang pamitan sama suami. Padahal saya sengaja menghindar, untuk bersembunyi lalu membuntuti suami,” cerita Mawar, sambil sesekali terdengar menghela nafas panjang.

Benar saja, dari balik persembunyiannya mawar melihat suami bergegas menuju kendaraan mobilnya yang cukup jauh di parkir. Dari kejauhan Mawar melihat samar-samar ada wanita yang diperkirakan merupakan pelokor, hendak naik mobil bareng suaminya.

“Saya memanggil ojeg kemudian mengejar suami sambil menggendong anak, saya cegat mobilnya. Sambil saya gedor-gedor kaca mobil yang dibawa suami. Benar saja didalam ada wanita yang dicari. Suami bersama wanitanya hendak kabur, saya berusaha menggedor kaca mobil, sambil berpegangan kaca spion. Hampir saya tersered, kalau suami tidak menghentikan kendaraanya,” beber Mawar.

Aksi Mawar yang nekat menghentikan kendaraan dan hampir terseret mobil berwarna silver tersebut, sontak menjadi tontona warga sekitar karena lokasinya dekat dengan salah satu pom bensin. Pulahan mata memperhatikan aksi Mawar, untuk menghindari rasa malu Donjuan menghentikan mobilnya.

“Suami langsung membukakan pintu mobil, saat pintu terbuka saya langsung masuk dan menyerang pelakor yang ada di dalam mobil. Sambil histeris memaki-maki pelakor, saya melampiaskan kekesalan sambil bergumul didalam mobil,” tambah Mawar, menceritakan apa yang telah terjadi beberapa hari lalu.

 

(Adw/pojokjabar)

 

Donload Aplikasi Kojop di Play store, aplikasi bebas blokir untuk penikmat dunia maya.

Loading...

loading...

Feeds