DPW PKS Jabar Akan Bereaksi Keras Bila sampai Kadernya di Dewan Kunker Bawa Keluarga

Suasana saat sidang paripurna DPRD Purwakarta, beberapa waktu lalu (foto : Dok)

Suasana saat sidang paripurna DPRD Purwakarta, beberapa waktu lalu (foto : Dok)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Pengurus Partai PKS Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat (Jabar) akan bereaksi keras atas kunjungan kerja (kunker) para wakil rakyat dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Purwakarta ke Bali dan batam, bila mereka membawa serta keluarganya menggunakan uang negara.

“Tidak ada satupun anggota legislatif dari PKS yang di izinkan membawa keluarga dalam kunker priode ini” Demikian hal itu disampaikan Abdul Hadi, pengurus DPW PKS Jabar yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar dari fraksi PKS.

“Jangan sampai uang negara disalah gunakan, apalagi untuk kepentingan pribadi. Kalau mereka (anggota dewan) membawa keluarga, maka biaya keluarga anak dan istri ke bali harus ditanggung masing-masing anggota dewan,” kata Abdul Hadi, melalui seluller.

Dan yang terpenting, lanjut Abdul Hadi, para anggota dewan selama kunjungan kerja tidak mengganggu tugas pokoknya sebagai anggota dewan melakukan kunjungan kerja.

“Publik juga harus tahu, dapat apa selama mereka kunjungan kerja. Nanti kita di internal juga akan menanyakan, apa saja hasilnya selama kunjungan kerja di bali,” tambah Abdul Hadi.

Seperti diberitakan sebelumnya para wakil rakyat dari Purwakarta melakukan kunjungan kerja ke Bali dan Batam di akhir tahun ini, banyak para anggota dewan yang melakukan kunjungan kerja membawa serta keluarganya.

Terpisah, ketua Gerakan Masuarakat Peduli Bangsa, Asep Saepudin, menyoroti keras prihal keberangkatan anggota dewan ke bali membawa keluarganya.

“Disana benar tidaknya kunjungan kerja kan tidak ada yang mengawasi, siapa yang mengawasi kinerja mereka selama di bali? Ini menjadi persoalan yang perlu di fikirkan bersama, agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia,” kata Asep, melalui seluller.

Asep beralasan, dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang, sudah sering para anggota dewan melakukan kunjungan kerja ke bali. Hasilnya apa saja publik harus mengetahuinya.

“Hasil kunjungan kerja berkali-kali ke bali 10 tahun ke belakang apa saja? Apakah tidak cukup sekali saja melakukan kunjungan kerja, kemudian wakil-wakil rakyat berikutnya tinggal menyanyakan. Ga usah ganti dewan berangkat lagi ke bali, bawa keluarga lagi,” beber Asep, yang terdengar merasa kesal dengab kelakuan para wakil rakyat. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds