Berujung Jeruji, Wanita Belia Gagal Suguhkan Tamu dari Bekasi dan Karawang

Press Release Polres Purwakarta./Foto: Rmoljabar

Press Release Polres Purwakarta./Foto: Rmoljabar


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– SK, wanita belia berusia 18 tahun warga Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari itu bersama kedua temannya DP dan NI kedapatan akan menyuguhkan sabu-sabu untuk temannya dari Bekasi dan Karawang.

Akhirnya niat SK, yang akan menjamu tamu dalam pesta berujung jeruji besi.

Tak jauh dari kantor Desa Campaka, tempat pesta ketiga muda-mudi itu digelar, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta berhasil mengamankan 4,01 gram sabu-sabu.

Tak hanya itu, satuan yang dipimpin oleh AKP Heri Nurcahyo itu, di tempat yang sama juga berhasil mengamankan dua teman SK berinisial ZZA yang datang dari Bekasi dan DS dari Karawang. Pesta pun, urung digelar. Kelimanya harus mendekam di hotel prodeo Mapolres Purwakarta.

Cerita diatas terungkap dalam pers release kasus narkoba selama Operasi Antik Lodaya 2019 di Mapolres Purwakarta, di Jalan Veteran, Selasa (3/12).

“Pada giat yang dilaksanakan selama sepuluh hari, 21-30 November 2019 kami berhasil menangani sebanyak enam perkara narkoba dengan sepuluh tersangka, satu diantaranya wanita dan barang bukti 13,10 gram sabu-sabu,” kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius kepada sejumlah awak media.

Oknum Pelajar Telan Sabu

Kejadian miris lainnya yang terungkap dalam Operasi Antik Lodaya, seorang oknum pelajar di salah satu SMK Swasta di wilayah Purwakarta nekat menelan barang bukti sabu-sabu saat akan ditangkap petugas.

Oknum pelajar berinisial AR tersebut ditangkap di Jalan Pramuka, persisnya di Kampung Empang, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur.

“Saat hendak ditangkap tersangka berusaha menghilangkan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1,23 gram dengan cara ditelan,” kata Kapolres.

Setelah mengetahui aksi nekat tersangka jajarannya segera berkoordinasi dengan pihak medis untuk mengeluarkan barang haram tersebut dari tubuh tersangka. Dan barang bukti tersebut, dapat dikeluarkan.

Menurutnya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 Ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds