Antara Pijat Kesehatan dan Pijat Kenikmatan II

Ilustrasi Pijat

Ilustrasi Pijat


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Tidak terasa ngobrol bersama Dahlia sudah hampir satu jam, namun tidak terasa waktu yang telah berlalu. Berbatang-batang rokok sudah dihabiskan, kemudian sambil merajuk Dahlia meminta rokok karena mau habis.

Kemudian pelayan kafe menghampiri, sambil mencatat pesanan kami berdua selain roko kami minta juga beberapa tambahan makanan ringan lainnya.

“Saat sudah setengah jam di pijat, biasanya para tamu laki-laki mulai banyak maunya. Mungkin karena sudah mulai terangsang, dengan pijatan-pijatan menggodanya,” kata Dahlia sambil tertawa lepas, mengenang bagaimana dirinya memasang perangkap untuk para pria yang dipijatnya.

Saat tamu meminta para terapis buka baju, umumnya mereka harus menambah uang tip sebesar 100 ribu rupiah. Bila sepakat maka terapis akan membuka baju bagian atas dan bawah. “Kita pake br* dan c* kemudian melanjutkan memijat, biasanya tamu kesadarannya mulai berkurang karena sudah mulai tergoda penuh ingin pegang-pegang. Kalau tamu mulai pegang-pegang, dikenakan tip lagi 100 ribu rupiah,” kata Dahlia merinci aturan main yang harus dipatuhi oleh tamu.

Semakin malam pembicaraan dengan Dahlia semakin hot, membahas bagaimana cara kerja para terapis menggoda tamunya di dalam kamar hotel.

“Biasanya tamu masih kurang puas ingin lebih, minta kita untuk membuka baju tanpa penutup tubuh sehelai benangpun. Ya kita turutin aja, karena untuk memijat tanpa pake busana dikenakan tip 200 ribu rupiah,” tambah Dahlia, sambil senyum-senyum menerangkan pekerjaannya.

Trik yang digunakan terapis biasanya sangat ampuh, saat tamu sudah memuncak ingin berhubungan int*m waktu sudah habis. Kalaupun ingin meneruskan harus tambah waktu satu jam lagi.

“Kalau sudah ngebet ingin, tamu sudah ga peduli mau nambah jam atau apapun. Yang terpenting hasratnya tersalurkan, biasanya uang bukan jadi persoalan bagi tamu,” kata Dahlia, sambil tertawa renyah seolah memamerkan giginya yang putih di balik bibirnya yang tipis dipoles dengan lipstik berwarna merah muda.

Namun tidak semua terapis memberikan servis plus-plus kepada tamunya, biasanya terapis yang punya suami ga bakalan mau berhubungan int*m. Mereka hanya memberikan servis sebatas pegang-pegang.

“Layanan akhir kita minta dibayar 500 ribu, untuk memuaskan b*rah* tamu. Sampai tuntas dan selesai pekerjaan kita selama 2 jam di kamar hotel,” beber Dahlia, menjelaskan bayaran akhir yang harus dikeluarkan oleh tamu selama dipijat plus-plus.

Bila dihitung untuk pengeluaran para tamu pijat plus kenikmatan selama 2 jam bisa mencapai 1,3 juta rupiah untuk sekali kencan. Angka yang luar biasa, sehingga tak heran bila para terapis umumnya memiliki kendaraan pribadi berupa mobil.

Berbagai macam tamu sudah dilayani Dahlia, sehingga berbagai macam ‘barang’ tamu sudah dilihat dan dirasakan. Dari yang mulai kecil, sedang, besar, panjang, pendek, bahkan yang bengkok pun pernah dilihatnya.

“Yang kepalanya dua saya belum melihatnya. Besok pagi saya harus pulang ke Bandung, karena lusa harus berangkat ke jakarta untuk selanjutnya saya akan bergabung dengan salah satu perusahaan jasa terapis. Lumayan ada gaji bulanan, belum lagi nanti ada tip-tip lainnya dari tamu,” tambah Dahlia, mengingatkan dan sekaligus kode ingin berpamitan.

Dahlia juga menambahkan, untuk aplikasi tempat dia promosi (aplikasi internet) akan dicopot. Karena dari perusahaan tempatnya bekerja, para terapis tidak boleh memasang iklan di aplikasi internet.

“Saya di Purwakarta sampai saat ini hanya 8 bulan, dua bulan terakhir ini sepi tamu sementara mobil kan harus dibayar cicilan setiap bulannya. Jadi harus pindah kerja keluar Pulau Jawa. Jangan nyariin saya di aplikasi internet ya, karena sudah dihapus,” ujar Dahlia mengakhiri pembicaraan.

Sesuai kesepakatan Dahlia mau diwawancara paling lama 2 jam. Sebelum meninggalkan kafe, pojokjabar merogoh kocek memberikan lembaran-lembaran berwarna merah kepada Dahlia.

 

(Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds