Antara Pijat Kesehatan dan Pijat Kenikmatan I

Terapis saat memanjakan tamu. (Foto : ilustrasi/net).

Terapis saat memanjakan tamu. (Foto : ilustrasi/net).


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sehabis bekerja seharian ditambah dengan lembur, umumnya akan penat badan juga terasa pegal-pegal karena cape. Solusi yang paling umum untuk menghilangkan rasa penat dan cape dengan dipijat.

Biasanya para tukang pijit yang bisa dipanggil, atau kita datang sendiri ke tukang pijat. Umumnya untuk pijat kesehatan menghilangkan pegal-pegal dan cape, dikisaran harga 75 -100 ribu rupiah/jam.

Untuk tempat pijat kesehatan yang biasanya rame, berada diseputaran gang bayeman. Di sana ada beberapa tuna netra yang siap memijat kita. Dengan harga 75 ribu sekali pijat untuk lama dipijat sekitar 1 jam.

Lain lagi dengan pijat kenikmatan, harga sekali pijat bisa berkali-kali lipat dari harga pijat kesehatan. Karena ada plus-plus yang ditawarkan selain di pijat. Untuk mencari sumber langsung pemijat plus-plus pojokjabar agak kesulitan, karena rata-rata sumber enggan di wawancara oleh jurnalis.

Beruntung ada salah satu sumber yang siap bertemu dan diwawancara, dengan beberapa syarat yang diminta. Salah satu syaratnya tidak boleh di foto dan namanya harus disamarkan. Setelah janjian bertemu disalah satu caffe akhirnya pojokjabar bisa bertemu, sebut saja namanya Dahlia, perawakannya tinggi semampai, rambut sebahu warna agak pirang.

“Sudah lama ya menunggu,” kata Dahlia, sambil menghampiri meja pojokjabar kemudian bersalaman. Tercium wangi parfum yang lembut namun agak tajam menusuk kehidung.

Para pengunjung di caffe mulai iseng melirik-lirik Dahlia, namun tak dihiraukan karena mungkin sudah terbiasa. Tanpa diminta Dahlia kemudian memesan beberapa makanan ringan.

“Hampir 2 bulan ini di purwakarta agak sepi, jadi saya mau pindah ke luar pulau jawa. Kalau engga ke kalimantan, mungkin ke batam,” keluh Dahlia, menerangkan kondisi purwakarta. Sehingga bersiap akan meninggalkan purwakarta.

Menurut Dahlia dirinya sudah terjun ke dunia terapis (tukang pijat) sekitar 4 tahun, sejak menjadi janda bingung mencari kerja sementara kebutuhan sehari-hari terus harus terpenuhi.

“Sampai pinjam uang ke rentenir, untuk biaya hidup sehari-hari. Akhirnya ada teman nawarin jadi terapis, awalnya sih gugup saat mijat laki-laki tapi lama kelamaan terbiasa,” kata Dahlia, sambil mengisap sebatang roko, mengenang awal-awal saat menjadi tukang pijat.

“Kehidupan Dahlia setelah menjadi terapis mulai ada perubahan, hutang ke rentenir sudah terbayar kemudian biaya hidup untuk keluarga juga sudah mulai membaik. “Untuk sekali pijat waktunya 1 jam, bayarannya 200 ribu include dengan kamar hotel.

Selain pijat, ada beberapa servis lainnya untuk para tamu, semakin servisnya banyak semakin mahal juga bayarannya. Semua tergantung tamunya,” kata Janda asal Bandung ini, memberi tahu harga pijat.

Servis lainnya, tergantung dari kesepakan awal dengan tamu. Kalau hanya pijat, Dahlia biasa melayaninya seperti biasa di message pada umumnya.

“Tapi kan kita ada trik, supaya tamu yang umumnya pria tergoda minta servis lainnya. Pake pakaian agak sexi sedikit, kemudian sambil mijat memberikan sentuhan-sentuhan menggoda,” cerita Dahlia, sambil senyum-senyum membocorkan trik pijatnya. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds