Ini Tiga Kesenian Tradisional Khas Purwakarta

Pertunjukan Seni Genye hasil karya seniman purwakarta, menjadi salah satu kesenian khas purwakarta. Setiap di pertunjukan selalu ramai di tonton para pengunjung.

Pertunjukan Seni Genye hasil karya seniman purwakarta, menjadi salah satu kesenian khas purwakarta. Setiap di pertunjukan selalu ramai di tonton para pengunjung.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Berikut tiga jenis kesenian asal purwakarta yang selalu dilestarikan, keberadaannya hampir punah namun berhasil diselamatkan oleh pemerintah daerah.

Kesenian ini dimunculkan kembali dengan cara di undang dalam setiap acara-acara resmi yang sifatnya secara kolosal untuk diperontonkan. Umumnya kesenian tradisional khas purwakarta ini, menjadi tontonan yang sangat menarik bagi masyarakat.

1. Carulung
Carulung adalah alat musik tradisional kemudian ada pertunjukan menarinya kesenian ini khas purwakarta. Carulung sendiri berasal dari Kampung Cikopak Kecamatan Babakan Cikao.

Alat musik yang berada dalam kesenian musik ini yaitu, Carulung, Buyung, Celempung, Bedug dan Genjring. Sepintas seperti seni calung renteng, yang membedakan bentuk dan nada oktavnya.

wisata purwakarta

Salah satu pertunjukan seni Carulung asal kampung Cikopak, yang merupakan senitradisional khas Purwakarta.

2. Domyak
Domyak merupakan pertunjukan menari tradisional dari Desa Pasir Angin Kecamatan Bojong, tarian-tarian yang dibawakan dalam seni domyak ini sangat lemah gemulai.

Adapun alat seni yang digunakan yaitu Dog-dog, bahkan nama domyak itu sendiri diambil dari alat musik dog-dog. Kemudian alat musik pelengkap lainnya ada angklung, bedug, ketuk, kecrek dan yang lainnya.

wisata purwakarta

Seni domyak kesenian tradisional asli purwakarta

3. Genye
Kesenian tradisional purwakarta yang selalu menjadi pusat perhatian para penonton dalam setiap festival yaitu Genye. Kesenian ini hasil karya seniman, yang mengedepankan nilai-nilai seni tradisional.

wisata purwakarta

Genye seni tradisional karya seniman purwakarta

Genye sendiri sebuah singkatan dari Gerakan Nyere (sapu lidi), karena bahan utama yang digunakan sapu lidi di kombinasikan dengan ijuk dan lain-lain. Yang selalu menjadi pusat perhatian Genye, umumnya kepada para penari-penari cilik karena sekujur tubuhnya dilumuri dengan lumpur tanah liat, yang tersisa hanya bagian mata untuk melihat. (Advertorial/Red)

Loading...

loading...

Feeds