Tumpahan Batu Corran Beton Membahayakan Pengguna Jalan, Pengusaha dan Pemborong Tutup Mata

Jalan utama Desa Wanawali, menyempit badan jalan dipenuhi tumpahan-tumpahan batu-batu krikil corran beton membahayakan pengendara yang melintas.

Jalan utama Desa Wanawali, menyempit badan jalan dipenuhi tumpahan-tumpahan batu-batu krikil corran beton membahayakan pengendara yang melintas.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Warga masyarakat Desa Wanawali Kecamatan Cibatu mulai gusar, pasalnya jalan utama di desa tersebut mulai membahayakan para pengguna jalan. Saat mobil proyek pengecorran (mobil molen) lewat dijalan utama, saat ditanjakan muatannya sering tumpah ke badan jalan.

Penyebabnya karena adanya tumpahan batu-batu corran proyek ke badan jalan, karena dibiarkan berlarut-larut akibatnya membeku dan mengeras. Kemudian jalan juga jadi menyempit, dipenuhi bebatuan krikil corran yang sangat membahayakan para pengendara.

Baik dari pihak pemborong maupun pihak perusahaan corran belum ada yang bertanggungjawab membersihkan, seolah mereka tutup mata hingga corrannya mengeras di badan jalan. Tak ayal masyarakat semakin hari semakin was-was saat melintas jalan utama desa tersebut.

Menurut Tita (26), setiap pagi saat mengantarkan anak sekolah suka was-was saat melewati jalan yang penuh dengan corran tersebut karena takut tergelincir.

“Kalau pagi ngantar dan ngejemput anak sekolah suka was-was, takut motor tergelincir kemudian terjatuh ke aspal. Karena jalan menyempit, juga batu kerikil corran berserakan di badan jalan,” ujar Tita menerangkan.

Senada dengan Tita ratusan masyarakat lainnya juga mengalami hal yang sama, mereka menyayangkan kepada pihak pemborong dan perusahaan yang tidak kunjung membersihkan tumpahan batu corran di badan jalan.

corran beton

Ketua Bamusdes Wanawali Kecamatan Cibatu, saat menghentikan mobil molen (pembawa corran beton) yang melintas dijalan utama desa wanawali. Permintaan warga simple agar tumpahan2 corran dibersihkan, bila sudah dibersihkan mobil molen boleh melintas kembali.

Bahkan malam ini, ketua Bamusdes Desa Wanawali M. Andre bersama beberapa masyarakat melakukan pencegatan terhadap mobil yang membawa corran (mobil molen). Agar, tidak melintas jalan utama desa sebelum tumpahan-tumpahan corran di bersihkan.

“Atas nama Bamus Desa Wanawali dan asfirasi warga desa mobil proyek pengecoran jalan setop dulu sebelum dibereskan tumpahan coran” kata M.Andre, selaku ketua bamusdes dalam postingan facebooknya.

Apapun alasannya, pihak berwajib sudah saatnya turun kelapangan mengecek jalan yang dikeluhkan masyarakat. Karena tumpahan-tumpahan batu-batu corran ke badan jalan dari mobil mobil molen, kemungkinan sudah bisa dikategorikan mengganggu ketertiban umum. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds