Diduga Depresi Akibat Bercerai, Pria Asal Wanayasa Purwakarta Nekat Gorok Leher Sendiri

(ilustrasi)

(ilustrasi)


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Diduga depresi usai bercerai dengan istri. Seorang pria berusia 49 tahun asal Kampung Ganasoli, Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, nekat mengakhiri hidup dengan menggorok lehernya sendiri menggunakan sebilah pisau komando.

Kapolsek Wanayasa, AKP Sutikno mengatakan, dari hasil keterangan sejumlah saksi peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/10/19) sekitar pukul 18.30 WIB. Lalu korban sendiri bernama Komar.

Ketika itu, dengan disaksikan orang tuanya, Komar beranjak ke kamarnya untuk melaksanakan salat maghrib.

”Namun tak lama berselang, Ibu korban mendengar ada suara seperti gemericik air dari arah kamar korban. Menaruh curiga, Ibu korban pun langsung mengecek ke dalam kamar korban,” jelas Kapolsek Wanayasa, melalui selulernya, Rabu (16/10/19).

Untuk memastikan apa yang terjadi, lanjutnya, Ibu korban masuk ke kamar dan mendapat Komar sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan pisau komando di tangan kanannya.

“Ibu korban mendapati Komar yang tengah posisi duduk di kasur beralasakan sajadah menghadap kiblat dengan tangan kanan menyayatkan pisau komando pada lehernya dengan darah muncrat ke arah dinding tembok dan lantai,” jelas Sutikno.

Menyadari apa yang telah terjadi, Ibu korban pun berteriak meminta tolong. Tak berselang datang Apip Sarifudin (40) dan Endin (41), mereka langsung membawa korban ke Puskesmas Wanayasa.

“Sesampainya di Puskesmas, pihak dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Pihak keluarga mememinta tidak dilalukan otopsi, kini korban pun dibawa ke rumah duka untuk langsung dimakamkan,” pungkasnya.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds