Kades yang Poya-poya Ditempat Hiburan Malam, Akhirnya Berurusan dengan Tipikor Polres

Para wanita malam disebuah tempat hiburan (foto net).

Para wanita malam disebuah tempat hiburan (foto net).

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Kades yang royal kepada para wanita-wanita cantik Pemandu Lagu (PL), kini tengah menghadapi urusan serius dengan penegak hukum.

Mawar, salah seorang PL yang berhasil diwawancarai menceritakan bahwa Kades tersebut tidak pernah macam-macam diruangan karaokean. Hanya sesekali meminum minuman jenis bir, gayanya cool seperti bos besar saat memberikan saweran kepada para PL.

“Uangnya banyak, saya kira awalnya bos perusahaan atau bos pemilik usaha yang besar. Belakang diketahui, menurut pengakuannya Kades Anjun wilayah plered inisial namanya ‘Ay’,” ujar Mawar, sambil meminum lemon tea yang dipesannya.

Sesekali, jemari lentiknya memainkan sebatang roko sebelum dihisap. Tajam tatapan matanya seolah ingin mengetahui lebih lanjut, apa yang terjadi sesungguhnya hingga kades yang biasanya royal tersebut tidak pernah menghubunginya lagi.

“Orangnya baik, sopan, ga pernah minta yang aneh-aneh. Hanya duduk, kemudian nyanyi bergantian hingga waktu habis. Sesudah itu, dapat tip 1,5 hingga 2 juta rupiah, belum saweran dan bayaran per jam tentunya,” tambah Mawar, sambil tersenyum mengingat kembali kejadian beberapa bulan ke belakang.

Akhirnya Mawar mengetahui kalau kades yang selalu minta ditemaninya setiap bernyanyi terkena masalah, itupun Mawar ketahui dari temen dekatnya yang suka bareng sama kades tersebut.

“Saya dapat telephon dari temen dekatnya yang biasa bareng sama Kades Ay, katanya sih lagi terbelit masalah di Tipikor Polres,” tutup Mawar.

Seperti diketahui, mantan Kepala Desa Anjun Kecamatan Plered yang berinisial Ay, harus berurusan dengan pihak kepolisian terjerat dugaan kasus korupsi ratusan juta rupiah.

Mantan Kades Anjun berinisial Ay, menyewakan tanah desa kepada pihak perusahaan dengan nilai sewa hingga mencapai 700 juta lebih. Diduga uang tersebut kebanyakan digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kebutuhan masyarakat desa anjun.

Hal itu sesuai dengan informasi yang diterima, uang dari perusahaan yang nilainnya ratusan juta tersebut dipecah le dua rekening. Yang pertama rekening pribadi, yang kedua ke rekening desa. Sayangnya uang yang ada di rekening desapun kabarnya diambil oleh sang mantan kades.

Kini, mantan kades tersebut harus bolak balik ke polres purwakarta untuk menjalani pemeriksaan. Namun untuk pemanggilan yang ke sekian kalinya, mantan kades anjun tidak hadir karena sakit.

“Pemeriksaan yang lalu tidak hadir, karena yang bersangkutan sakit. Nanti akan kita jadwal ulang pemanggilannya,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP. Handreas, kesejumlah awak media. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds