858 Balita di Wilayah Sukatani Purwakarta Alami Stunting

Pasien Puskesmas Sukatani saat akan melakukan pengobatan.

Pasien Puskesmas Sukatani saat akan melakukan pengobatan.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Penyakit stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius semua pihak khusunya wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Kepala Puskesmas Sukatani Erna Siti Nurjanah mengatakan, di wilayahnya terdapat ratusan balita mengalami gagal tumbuh atau stunting.

Seperti diketahui, stunting adalah kondisi dimana tubuh manusia tak bisa tumbuh dan berkembang secara normal terutama untuk pertumbuhan anak-anak.

Selain menyerang kondisi pertumbuhan anak, dampak lain dari stunting akan menjadikan anak tersebut mudah terkena penyakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa bekerja optimal.

“Di Kecamatan Sukatani ada sebanyak 858 balita mengalami stunting,” ujar Erna, Selasa (15/10/19).

Ia menyebut, jumlah tersebut berdasarkan hasil penimbangan balita Tahun 2018. Sementara data terupdate belum keluar dan masih divalidasi. Sejauh ini pihaknya melakukan pemantauan pertumbuhan terhadap balita mengalami stunting agar tumbuh kembang mereka membaik.

Penanganan pencegahan pun dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan terhadap masyarakat. Sehingga diharapkan kasus stunting tidak kembali terulang.

“Kita kerjasama dengan lintas sektor untuk penanganan stunting di masyarakat,” ujar Erna.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas dari dinas kesehatan saja, melainkan perlu adanya dukungan dari masyarakat terutama calon ibu harus sadar akan asupan gizi dari awal hamil.

Karena, terjadinya stunting terhadap bayi tidak tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang ketika masih di dalam kandungan, dan juga dipengaruhi banyak hal salah satunya adalah kurang asupan gizi.

“Maka ketika ibu hamil sampai anak berusia dua tahun, asupan gizi harus baik,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya memberikan edukasi pada perempuan, sebab calon ibu untuk selalu menjaga kesehatan diri sendiri dengan menerapkan pola makan yang sehat. Dengan begitu, saat hamil nantinya kandungannya bisa sehat, sehingga anak yang dilahirkan juga sehat.

“Saat hamil, ibu juga diberi motivasi untuk merawat dirinya. Kebersihan lingkungan termasuk. Makanya mencegah stunting bisa dari awal. Jadi, kami lakukan pembenahan, pencegahan, memberi motivasi, seluruh jajaran dikerahkan,” pungkasnya.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds