Ide Unik Ade Puspitasari untuk Kampung yang Dihujani Batu Besar di Purwakarta

Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari saat mengunjungi lokasi kampung yang dihujani batu besar di Purwakarta.

Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari saat mengunjungi lokasi kampung yang dihujani batu besar di Purwakarta.

POJOKJABAR.com  Anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspitasari punya ide unik untuk kampung yang ‘dihujani’ batu besar di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat, pada 9 Oktober 2019 lalu.

Ade melemparkan gagasan agar kampung itu ke depan menjadi destinasi wisata saja. Terlebih salah satu kekuatan Jawa Barat adalah wisata alamnya.

Ide Ade Puspitasari ini muncul saat mengunjungi lokasi bencana pada Jumat (11/10/2019).  Ade bersama sejumlah sejawatnya di Fraksi Golkar DPRD Jabar mengelilingi kampung dan menyapa warga di sana.

‘’Idealnya memang kampung itu direlokasi saja. Tapi kemudian disulap menjadi Kampung Wisata yang ke depan bisa meningkatkan perekonomian rakyat setempat,’’ kata Ade yang duduk di komisi 2 DPRD Jabar yang di antaranya fokus pada pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti diketahu, ada tujuh  rumah warga dan satu bangunan sekolah di Cihandeuleum Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta hancur setelah dihujani batu berdiameter lebih dari dua meter. Batu-batu terlempar dari pegunungan di wilayah itu yang dikelola pertambangnya oleh PT MSS yang menggunakan bahan peledak.

Saat kejadian hujan batu para pemilik rumah tidak ada yang sedang berada di dalam rumah. Sehingga, tidak merenggut korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah pemilik rumah sudah dievakuasi ke tempat aman,” kata Ade.

Sejalan dengan Ade, anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang turut berkunjung ke Kampung CIhandeleum ini juga sepakat akan gagasan menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata.

Hujan batu besar di Purwakarta

Dedi Mulyadi di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta,

‘’Ini (kejadian) merupakan peringatan kecil. Jika bicara jangka panjang, idealnya pemukiman warga direlokasi saja. Lebih menarik jika desa ini dijadikan lokasi wisata,’’ kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, perhatian atau bantuan pemerintah lebih baik fokus pada jangka panjang untuk kehidupan masyarakat setempat. ‘’Bukan sekedar jangka pendek. Misalnya cuma memberikan bantuan seperti mie instan. Tapi fokus bagaimana ke depannya,’’ kata Dedi Mulyadi.

Lebih keras lagi, Anggota DPR RI dari dapil Purwakarta dan Subang itu juga meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dalam hal ini, Kantor Lingkungan Hidup untuk mencabut izin penambangan perusahaan yang meledakkan tebing hingga menyebabkan rumah-rumah warga rusak.

Dedi mengakui, izin penambangan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun izin itu keluar berdasarkan rekomendasi dari pemerintah setempat.

(*)

Loading...

loading...

Feeds