8 Persen Warga Kabupaten Purwakarta Stunting

Pemkab Purwakarta memberikan bantuan berupa daging, telur dan susu gratis kepada warganya untuk asupan gizi, guna mencegah stunting.

Pemkab Purwakarta memberikan bantuan berupa daging, telur dan susu gratis kepada warganya untuk asupan gizi, guna mencegah stunting.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Selama ini, stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius semua pihak. Stunting merupakan kasus di mana tubuh manusia tak bisa tumbuh dan berkembang secara normal.

Selain menyerang kondisi pertumbuhan anak, dampak lain dari stunting akan menjadikan anak tersebut mudah terkena penyakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa bekerja optimal.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, data yang diterimanya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mencatat, 8 persen dari jumlah penduduk di wilayah tersebut mengalami masalah dengan tumbuh kembang tubuhnya.

“Kalau diangkakan jumlahnya sekitar 4.000 jiwa dari penduduk di Purwakarta. Dan Kebanyakan anak-anak,” ujarnya saat ditemui di Bale Nagri, Purwakarta, Jumat (11/10).

Menurut dia, sebenarnya kasus stunting ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, hingga kini pihaknya belum menghitung persis penurunannya berapa. Karena, kata dia, saat ini datanya masih divalidasi.

Wanita yang akrab disapa Ambu Anne ini menegaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya, dengan melakukan survei gizi, monitoring dan sosialisasi kepada masyarakat.

Tak hanya itu, pihaknya akan bersinergi dengan seluruh stakeholder pemangku kepentingan, untuk berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan prevalensinya.

Anne menjelaskan, pihaknya mengerahkan petugas dari 108 posyadu untuk melakukan pengecekan. Salah satunya, dari hasil penimbangan anak dan balita. Dari hasil validasi data, ada dua wialayah yang selama ini terdapat banyak yang mengidap stunting. Yakni, Kecamatan Sukatani dan Wanayasa.

Penanganan yang saat ini dilakukan pihaknya, dengan cara survey gizi. Jika anak teridikasi kekurangan asupan gizi, pemerintah akan memberikan bantuan berupa pembagian daging, telur dan susu gratis sebagai asupan gizi.

“Nanti perkembangan si anak tersebut terus dimonitor. Selain itu, upaya pencegahan lainnya yakni melalui pemberian vitamin gratis bagi calon ibu, supaya kasus stunting bisa diminimalisasi. Sehingga, bayi yang nantinya terlahir dari rahim si ibu tersebut bisa tumbuh sehat,” jelasnya.

Stunting biasanya menyerang anak-anak. Secara kasat mata, pertumbuhan mereka akan terlihat tidak normal alias lebih pendek atau kerdil. Meski bukan dikatakan sebagai penyakit, stunting harus diantisipasi.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds