Penghasilan 50 Ribu untuk Hidupi 7 Anak, karena Istiqomah Ternyata Cukup

Aja Jaenudin (55), walaupun berpostur tubuh pendek namun tetap ulet berjualan demi untuk hidupi anak-anaknya yang berjumlah 7 orang.

Aja Jaenudin (55), walaupun berpostur tubuh pendek namun tetap ulet berjualan demi untuk hidupi anak-anaknya yang berjumlah 7 orang.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Memiliki anak banyak tak menyurutkan bapak ini untuk terus menafkahi putra putrinya, walaupun kondisi tubuhnya tidak normal seperti pada umumnya bapak ini tetap ulet dalam mencari nafkah.

Walaupun dengan tinggi badan kurang dari 110 Centi meter (sepantaran anak SD kelas 3 atau kelas 4), namun mampu menghidupi anak-anaknya berjumlah 7 orang.

“Setiap hari berjualan telur asin, laba bersih yang di bawa ke rumah antara 50-60 ribu rupiah,” ujar Aja Jaenudin (55), warga tegal junti yang berhasil diwawancarai pojokjabar, saat sedang beristirahat sehabis menjajakan dagangannya.

Setiap pagi sehabis sholat subuh, Aja mulai berjalan menyusuri jalan-jalan di pusat kota purwakarta untuk berjualan telur asin. Barang dagangan yang dibawa Aja, merupakan barang kiriminan dari orang lain.

“Ada yang ngirim, kalau saya hanya menjualkannya saja. Untuk satu butir telur asin dari sananya Rp.2.500,- kemudian di jual 3.500,- kalau menjualnya ketengan. Kalau yang belinya diatas 5 butir, paling saya ambil keuntungan 500,- saja,” kata Aja, menjelaskan penghasilannya.

Dalam sehari, Aja mampu menjual telur asinnya antara 100-150 butir. Sehari laba bersih yang berhasil dibawa pulang untuk keluarganya sekitar 50-60 ribu rupiah, uang tersebut dipergunakan untuk keperluan sehari-hari keluarganya dirumah.

“Anak saya 7 orang, yang paling kecil usia tk sedangkan yang paling besar sudah punya anak usia 7 tahun,” tambah Aja, menceritakan jumlah anak yang dimilikinya.

Beberapa rekan media yang ada dilokasi ikut mendengarkan sampai terbelalak, saat mengetahui pedagang telur asin memiliki anak sampai 7 orang. Sementara pengahasilannya, bila di fikir secara logika tidak akan mencukupi untuk menghidupi ke 7 anak dan istrinya.

“Itu dari satu istri, anak 7 orang teh?,” celetuk salah satu rekan media yang bareng mewawancarainya.

Sambil tersenyum Aja mengangguk bahwa ke 7 anaknya terebut dari satu istri.

“Iya dari satu istri, istri saya cuma satu,” tegas Aja.

Aja Jaenudin, berjualan telur asin dari sejak tahun 1993 hingga saat ini. Dirinya tetap istiqomah berjualan telur asin, dari hasil jerih payahnya tersebut dirinya mampu menghidupi anak-anaknya bahkan hingga keluar sekolah.

“Cukup ga cukup InsyaALLAH cukup, karenya masih banyak rejeki-rejeki lainnya yang ALLAH SWT limpahkan kepada kami. Kami selalu mensyukuri ni’mat yang diberikan dan alhamdulillah rejeki selalu tercukupi,” tutup Aja Jaenudin mengakhiri pembicaraan. (Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds