Anggota Dewan Perempuan Diduga Kumpul Kebo dengan PNS Pria

Kost-kostan kamar nomor 3 ini jadi saksi bisu, diduga tempat ini dijadikan ajang kumpul kebo anggota dewan bersuami dan pns beristri.

Kost-kostan kamar nomor 3 ini jadi saksi bisu, diduga tempat ini dijadikan ajang kumpul kebo anggota dewan bersuami dan pns beristri.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Desas desus anggota dewan perempuan diduga melakukan kumpul kebo dengan Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Dewan mulai ramai diperbincangkan masyarakat secara luas.

Karena baik anggota dewan perempuan maupun pria yang diduga memiliki hubungan spesial tersebut, keduanya memiliki pasangan masing-masing. Si anggota dewan memiliki suami, begitupun prianya memiliki istri.

“Iya, ada kejadian suami perempuannya datang ke sini, kemudian mengusir si pria yang bersama dengan istrinya. Kejadiannya Senin malam Selasa (5/08),” ujar AJ yang malam itu sempet mendengar dan melihat ribut-ribut.

Awalnya ia mengaku tidak tahu kalau perempuan yang bersama laki-laki itu merupakan anggota dewan. Ia kira mereka pasangan suami istri sah seperti yang lainnya.

“Besoknya Selasa (6/08) saya baru tau kalau perempuannya itu anggota dewan. Saya taunya dari istrinya si pria yang datang ke sini, mencari suaminya. Istrinya sudah curiga dengan gerak-gerik suaminya, dan dia memberitahukan anggota dewan itu berinisial F yang diduga memiliki hubungan tertentu dengan suaminya yang berinisial AR,” beber AJ, menerangkan kepada Pojokjabar.com, Sabtu sore (10/10).

Kost-kostan bercat warna hijau yang beralamat di RT 01 Tegal Junti Kelurahan Tegal Munjul tersebut cukup nyaman karena dari luar saja terlihat dengan jelas fasilitas kost-kostan tersebut seperti standar kamar hotel.

Sementara untuk tempat yang diduga digunakan kumpul kebo antara anggota dewan dengan PNS di lingkungan Sekretariat Dewan, pintu ke tiga berada disebelah kanan. Sehingga ramai dibicarakan dengan sebutan Green Hause nomor 3.

“Untuk lebih jelasnya, hubungi saja pemilik kost-kostan ini. Namanya H.Anwar, rumahnya di daerah Sadang,” ujar AJ, sambil memberikan nomor handphone H. Anwar pemilik kost-kostan tersebut.

Terpisah, kedua orang yang diduga melakukan kumpul kebo saat hendak dikonfirmasi via telephon, handphone anggota dewan berinisial ‘F’ tidak diangkat-angkat begitupun dengan pesan singkat yang dikirimkan tidak di balas.

Sementara untuk prianya yang merupakan PNS nomor handphonenya tidak bisa dihubungi alias mati, tidak aktif. Sehingga saat berita ini diturunkan, kedua orang yang paling ditunggu-tunggu klarifikasinya belum memberikan keterangan secara resmi.

(Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds