Bupati Cantik Purwakarta Buka-bukaan Soal Isbat Nikah

Bupati Purwakarta Anne Ratu Mustika bersama peserta Isbat Nikah di Purwakarta, Jumat (9/8/2019)./Foto: Istimewa

Bupati Purwakarta Anne Ratu Mustika bersama peserta Isbat Nikah di Purwakarta, Jumat (9/8/2019)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Sejoli asal Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta ini semangat mengikuti kegiatan Isbat Nikah.

Kedua sejoli itu bernama Oha (55) dan Yuyun (50) tampak sumringah, dengan mengenakan pakaian jas dan kebaya putih.

Sebelumnya, selama 30 tahun pasangan yang memiliki 3 orang anak ini, belum memiliki buku nikah.

“Alhamdullilah 30 tahun menikah akhirnya memiliki buku nikah, dulu nikah yang penting ada saksi dan amilnya,” ujar Oha ketika di temui di Isbat Nikah Massal, yang diselenggarakan oleh Pemkab Purwakarta di Aula Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jumat (9/8).

Tah hanya Oha, tetapi 162 pasangan lainnya asal Kecamatan Bojong, merasa bahagia karena selama menikah akhirnya bisa memiliki buku nikah.

Isbat Nikah di Purwakarta

Bupati Purwakarta Anne Ratu Mustika bersama peserta Isbat Nikah di Purwakarta, Jumat (9/8/2019)./Foto: Istimewa

 

Sehingga pernikahannya dan anak-anaknya bisa tercatat sesuai undang-undang.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, Isbat Nikah merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang belum memiliki buku nikah.

Di Kabupaten Purwakarta baru 4 Kecamatan yang sudah terverifikasi, hal itu berdasarkan jumlah pendfataran masyarakat yang akan mengikuti isbat nikah gratis. Yaitu Maniis, Tegalwaru, Sukasari dan Bojong.

Isbat Nikah di Purwakarta

Peserta Isbat Nikah di Purwakarta, Jumat (9/8/2019)./Foto: Istimewa

 

Di Kecamatan Bojong ada 300 lebih warga yang melakukan pendafataran. Tetapi hanya 163 yang terverifikasi sesuai data dan persyaratan yang memenuhi.

“Kalau ditanya jumlahnya berapa kita kurang mengetahui, hanya saja berdasarkan pendaftaran baru 4 kecamatan yang baru terverifikasi,” kata Anne.

Untuk tahun ini Pemkab baru menargetkan 400 pasangan, tapi di 2020, Anne menargetkan 1000 pasangan bisa mendapatkan isbat nikah.

Isbat Nikah di Purwakarta

Bupati Purwakarta Anne Ratu Mustika bersama peserta Isbat Nikah di Purwakarta, Jumat (9/8/2019)./Foto: Istimewa

 

Selain di Bojong acara Isbat sendiri sebelumnya di lakukan di Kecamatan Maniis sebanyak 86 orang pasangan.

“Untuk tahun ini kita hanya menganggarkan sekitar Rp270 juta, bisa jadi untuk tahun selanjutnya akan kita tingkatkan sesuai target,” ujarnya.

Adapun faktor-faktor yang memperngaruhi, lanjut Anne, adalah masih minimnya informasi pentingnya buku nikah di masyarakat.

Selain itu pernikahan usia dini termasuk faktor ekonomi yang menjadikan masyarakat abai terhadap administrasi pernikahan.

“Padahal kan buku nikah itu penting, untuk data keluarga, akta kelahiran anak bahkan untuk membuat paspor dibutuhkan buku nikah sebagai salah satu syarat,” jelasnya.

Sementara, Humas Pengadilan Agama (PA) Purwakarta, Ahmad Saprudin mengatakan, pengajuan sidang isbat cukup tinggi, dari Januari hingga Agustus mencapai 200 pasangan. Adapun untuk biaya tergantung zonasi wilayah atau berkisar antara Rp300-Rp400 ribu.

“Sampai Agustus ini ada 200 pasangan, untuk biaya tergantung jarak wilayah, jadi apabila pemerintah daerah mengadakan program isbat nikah jangan sungkan ikuti saja,” ujarnya.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds