Kabupaten Purwakarta Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Petugas kebersihan Pemda Purwakarta saat membersihkan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara. Saat ini Purwakarta kekurangan banyak armada pengangkut sampah.

Petugas kebersihan Pemda Purwakarta saat membersihkan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara. Saat ini Purwakarta kekurangan banyak armada pengangkut sampah.


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Pengangkutan sampah di Kabupaten Purwakarta kurang maksimal, penyebabnya adalah armada pengangkut sampah tidak mencukupi.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengakui jika jumlah armada pengangkut sampah masih kurang untuk menjangkau 17 kecamatan yang ada. Pihaknya pun telah mengajukan ke provinsi untuk menambah armada tersebut.

”Mudah-mudahan di APBD tahap II masuk dan sudah bisa membeli armada berupa dump truk untuk mengangkut sampah. Saat ini masih belum memadai untuk menjangkau 17 kecamatan di Purwakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebetulnya armada pengangkut sampah sudah memadai karena sebelumnya pengelolaan sampah hanya tersentral di wilayah perkotaan. Namun saat ini 16 kecamatan lain juga menginginkan hal serupa.

Hal itu tentu harus ada penambahan armada baru. Apalagi kualitas armada yang ada pun sudah menurun, sehingga perlu ada perbaikan atau penambahan armada.

”Kalau petugas kebersihan sudah terbilang cukup, ada 250 orang,” kata mantan mojang jajaka 1999 itu.

Ia menilai, yang paling kurang itu adalah partisipasi masyarakat. Harusnya masyarakat pro aktif memudahkan petugas untuk memilah sampah organik dan non-organik, karena itu berbeda.

Lalu jam buang sampah, harusnya jangan lebih dari pukul 06.00 WIB. Meski demikian, kekurangan-kekurangan itu sudah disosialisasikan melalui pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Tapi pada pelaksanaanya pukul 07.00 WIB pagi masih ada yang membuang sampah.

”Pukul segituhkan mobil pengangkut sampah sudah lewat. Sehingga tumpukan sampah tetap saja terjadi. Gimana mau bersih kalau tidak kompak, makanya semua harus punya komitmen yang sama untuk menanggulangi kebersihan ini,” sesalnya.

Untuk itu, bupati yang akrab disapa Ambu tersebut menghimbau adanya peran aktif masyarakat dalam menanggulangi sampah sangat diperlukan. Menjaga kebersihan merupakan tugas bersama dalam mewujudkan lingkungan bersih.

”Mari kita sama-sama menjaga lingkungan, jika bersih selain enak dilihat juga tidak menimbulkan sumber penyakit,” ujarnya.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds