Apa Kata Polda Jabar Mengenai Tanah Kuburan di Purwakarta yang Diduga Dijual?

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko./Foto: Arief

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko./Foto: Arief


POJOKJABAR.com, Purwakarta – Polda Jawa Barat belum menerima laporan mengenai adanya dugaan penjualan tanah kuburan di kabupaten Purwakarta.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo mengatakan, bahwa pelaporan di SPK (sentra pelayanan kepolisian) Polda Jabar itu banyak.

“Kami belum dapat info ya, karena laporan pengaduan itu banyak,” jelasnya, Jumat (5/7).

Biasanya, laporan pengaduan diproses oleh SPK ke fungsi Direktorat.

“Misal masuknya kategori krimum atau Krimsus, baru didalami penyidik dan ada tembusan untuk penanganan Laporan ke fungsi lain di Polda, misal ke Humas untuk dirilis atau diberitakan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, perihal adanya dugaan penjualan tanah kuburan oleh oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Campaka itu, karena diduga menjual tanah kuburun atau tempat pemakaman umum (tpu) seluas 5000 M2.

Hal itu diketahui dari surat yang berbentuk foto saat diterima redaksi pojokjabar.com melalui pesan elektronik. Surat tersebut ditujukan untuk Tipidkor Polda Jabar, dari masyarakat disalah satu desa yang ada di kecamatan campaka.

Isi surat yang mengatasnamakan masyarakat desa tersebut, mengadukan oknum kades berinisial AK yang dinilainya telah berbuat semena-mena menjual tanah desa (kuburan) yang berada di blok krajan.

Masih menurut isi surat tersebut, modus yang dilakukan oleh oknum kades (AK) tanah tersebut dijadikan tanah wakaf atas nama A, E dan A. Padahal ketiga nama inisial orang itu tidak pernah merasa memiliki tanah tersebut.

Dalam isi surat atas nama warga masyarakat tersebut juga, menuliskan, pemalsuan data atas inisial A,E dan A.

Diakhir surat, warga berharap pihak kepolisian (Tidipikor) Polda Jabar bisa menindaklanjuti atas temuan tersebut.

Bahkan didalam surat tersebut juga dilampirkan surat pernyataan dari warga bernisial A, yang menyatakan bukan ahli waris pemilik tanah yanh dijual oleh oknum kades tersebut. Surat pernyataan tersebut ditandatangani diatas materai oleh warga yang berinisial A.

Bila hal itu benar terjadi, sungguh sangat keterlaluan oknum kepala desa tersebut. Karena orang yang sudah meninggal dunia yang dimakamkan di lokasi tersebut mulai di usik, demi untuk keserakahan mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Terpisah, Kapolres Purwakarta AKBP. Matrius saat di hubungi via seluller memgatakan bahwa dirinya belum mengetahui atas adanya kasus tersebut.

“Terimaksih infornya kang, kami koordinasi,” singkat Kapolres melalui pesan singkat. (Rif/Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

10 Manfaat Menakjubkan Lemon Myrtle

Nama lemon myrtle mungkin agak terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Padahal, kita semua pastinya telah sering menggunakan lemon dalam makanan.