Video Kondisi Miris Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Purwakarta

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta./Foto; Istimewa

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta./Foto; Istimewa

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang di KM 95+200 dari arah Bandung menuju Jakarta, Senin (17/6/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Kecelakaan di wilayah hukum Polres Purwakarta ini melibatkan sejumlah mobil, truk, dan bus.

Truk yang mengalami kecelakaan berupa truk kontainer.

Sedangkan bus yang mengalami kecelakaan berupa Bus Primajasa jurusan Garut-Jakarta.

Ada minibus hitam dalam keadaan ringsek di dekat truk kontainer berposisi terguling.

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta./Foto; Istimewa

 

Kecelakaan ini diduga karena rem blong dan posisi jalan menikung serta menurun.

Pihak Polda Jabar tengah memeriksa lebih lanjut penyebab kecelakaan ini.

Selain itu, Kanit Laka Polres Purwakarta Iptu Asep Kusnawan sendiri membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

“Kecelakaan terjadi dijalur B Bandung menuju Jakarta ruas Tol Cipularang,” jelas Asep seperti dilansir dari NTMC Polri.

Kecelakaan melibatkan dua kendaraan yakni minibus travel No Pol B 7696 ID dengan truk No Pol D 9442 VC.

Kecelakaan terjadi saat minibus travel melaju dari arah Bandung menuju Jakarta ruas Tol Cipularang. Setibanya di KM 77 hilang kendali dan menubruk truk yang melaju di depannya.

Akibatnya fatal, seorang penumpang travel meninggal dunia dan sembilan penumpang lainnya luka luka. Para korban selanjutnya dievakuasi ke RS Thamrin Purwakarta. “Kasusnya kini sedang diselidiki,”pungkasnya.

Seorang penumpang meninggal dunia yakni Sinta Mustika, 17, warga Kampung Cikarag, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sedangkan, sopir travel Uun Junaedi, 39, warga Kampung Cisuru Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, dan sopir truk Nanang Suryana, hanya mengalami ringan termasuk penumpang lainnya.

Kecelakaan di Tol Cipali

Sementara, sebelumnya kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali, tepatnya di km 150.900 jalur B Cirebon arah Jakarta, pada Senin (17/6/2019) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Ada 4 kendaraan yang terlibat.

 

Di antaranya Bus Safari Lux Salatiga dengan nomor polisi H-1469-C B, kemudian Mitsubishi Expander, Toyota Innova nomor polisi B-168-DIl serta Mitsubishi Truk R-1436-ZA.

Terkait dugaan penyerangan supir bus maut yang menewaskan 12 orang di Tol Cipali diselidiki.

Selain keterangan saksi, polisi juga mengandalkan TAA Korlantas Mabes Polri.

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta

Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta./Foto; Istimewa

 

Untuk menyelidiki kecelakaan maut itu, Polda Jabar bakalan bekerja sama dengan Kakorlantas Mabes Polri.

“Kita akan kerjasama dengan Korlantas dengan menggunakan metode TAA Korlantas, yakni Traffic Accident Analisis,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar, Senin (17/6/2019).

Traffic Accident Analisis, kata Truno, merupakan suatu metode yang merupakan SOP untuk penanganan insiden kecelakaan lalu lintas.

Dengan menggunakan metode TAA dapat diketahui secara pasti dan mengungkap penyebab kecelakaan.

“Itu sudah SOP penanganan laka lantas, metode untuk ungkap kecelakaan.

Kasatlantas Polres Majalengka AKP Atik Suswanti mengatakan bahwa nama PO Bus yang terlibat kecelakaan bukan PO Bus Safari Darma Raya.

“Pihak Po Bus Safari Darma Raya membantah , yang sebenarnya PO Bus Safari Lux Salatiga jurusan Solo-Jakarta,” jelasnya, Senin (17/6).

Dalam kecelakaan tersebut, 12 orang meninggal dunia menjadi korban.

(mar/pojokjabar)

 

loading...

Feeds