Pengacar PT.CPM Sebut Ada Aliran Dana ke Anggota Dewan

Pengacara PT. CPM, A.Aris Nurjaman, SH, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media.

Pengacara PT. CPM, A.Aris Nurjaman, SH, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Imbas dari perseteruan antara PT. CPM dan para pekerjanya menyeret salah satu anggota dewan, diduga perusahaan penyedia keamanan itu dilaporkan ke kepolisian oleh pekerjanya atas dugaan penggelapan.

Pihak PT. CPM pun tak ingin menjadi korban karena diduga menggelapkan iuran dana bpjs pekerjanya, pihak perusahaan beralibi uang yang seharusnya untuk iuran bpjs disetor ke salah satu anggota dewan.

Kuasa Hukum PT CPM A. Aris Nurjaman, SH Saat dikonfirmasi jurnalis membenarkan bahwa kliennya saat ini statusnya sudah dinaikan menjadi tersangka.

“Saya selaku kuasa hukum minta kepada pihak penyidik agar menelusuri aliran dana tersebut, kenapa sampai tidak disetorkan untuk iuran bpjs karena dana tersebut cukup besar, larinya kemana,” ujar Haris, kepada para awak media.

Aliran dana itupun larinya kemana sudah disampaikan pada saat pemeriksaan oleh pihak penyidik polres, sebenarnya uang itu larinya kemana, yang seharusnya dibayarkan untuk bpjs jadi tidak disetorkan. Penyidik harus dikejar aliran dana tersebut,” tambahnya.

Aliran dana itu ada yang mengalir salah satu anggota dewan DPRD Purwakarta, itu rinciannya ada, bukti transper juga ada, bahkan kwintasnsi ke istrinya pun ada.

“Semua buktinya ada ko, tinggal selanjutnya penyidik mengejar aliran dana tersebut,” tutup Aris.

Bila benar ada uang yang mengalir ke anggota dewan, kapasitas anggota dewan tersebut sebagai apa? bila cara-cara yang dilakukan untuk meminta jatah dengan berlindung sebagai anggota dprd, tentu sangat memalukan. Hal itu bisa dikategorikan kejahatan berdasi yang harus segera dibasmi. (Mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds