FSGN Nusantara Kumpul di Purwakarta Demi Keamanan Negara

FSGN Nusantara Kumpul di Purwakarta, Minggu (17/3/2019)./Foto: Istimewa

FSGN Nusantara Kumpul di Purwakarta, Minggu (17/3/2019)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Nusantara berkumpul bersama dalam kegiatan silaturrahim dan rapat akbar di Pondok Pesantren (Ponpes) Alhikamussalafiyah Cipulus Wanayasa, Purwakarta, Minggu (17/3).

Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Nusantara sendiri meliputi ribuan guru ngaji se-Jawa Barat.

Silaturrahim tersebut diawali dengan istighotsah dan doa bersama untuk mendoakan kondisi bangsa agar aman, damai dan tentram, di tengah banyaknya fitnah yang disebarkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab yang bisa mengakibatkan perpecahan bangsa.

“Di masyarakat, caci maki, ujaran kebencian, berita hoax terus disebarluaskan dan diproduksi hanya untuk mengganggu ketentraman masyarakat di tingkat bawah yang ujung-ujungnya hanya bermotif demi kekuasaan,” ujar Ketua Panita Rapat Akbar FSGN, Hadi M Musa Said kepada awak media.

Menurutnya, rapat akbar dihadiri perwakilan FSGN dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, dan rencananya akan dihadiri juga oleh pihak pemerintah.

“Tentu ini menjadi momentum untuk mengevaluasi peran-peran guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan keagamaan, informasi yang berkembang yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, apalagi dengan banyaknya fitnah di masyarakat, ini menjadi tugas tambahan guru ngaji untuk meluruskan informasi yang benar,” kata Hadi.

Di sisi lain banyaknya paham radikal mengatasnamakan agama muncul dimana-mana, sementara agama tidak pernah mengajarkan kekerasan, hal ini mengganggu ketentraman masyarakat yang sudah terjaga selama ini, harmonisasi masyarakat harus menjadi prioritas bersama.

“Kami dari FSGN juga meminta kepada semua pihak untuk tetap menjaga rasa aman di seluruh lapisan masyarakat, apalagi saat ini menjelang Pilpres dan Pileg, kita semua sebagai warga Bangsa tentu punya tanggungjawab yang sama untuk mensukseskan pesta demokrasi,” tuturnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan melawan hoax dan menjadi pelopor Pemilu yang damai, membantu menciptakan rasa aman di masyarakat.

“FSGN mengajak semua pihak untuk bersama sama menjaga ketentraman di lingkungan masing-masing dengan cara melawan segala bentuk fitnah dan hoax,” ujarnya.

Dikatakan Hadi, berbeda pilihan itu hal yang biasa dan tidak perlu dengan saling fitnah dan caci maki. Perbedaan adalah sunatullah, dan Indonesia dengan sekian banyak perbedaan harus disikapi dengan cara yang baik.

“Mari jaga bersama-sama, kita rawat bersama agar Pemilu berjalan dengan damai dan aman,” demikian Hadi.

(gan/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds