Berharap pada Jokowi, Bupati Cantik Purwakarta Beberkan Masalah Hadapi UNBK

Anne Ratna Mustika./Foto: Ade

Anne Ratna Mustika./Foto: Ade

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Ada sejumlah masalah yang datang di daerah, khususnya untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Hal ini menjadi harapan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Anne berharap sejumlah aspirasi terkait peningkatan pendidikan dari Purwakarta bisa diserap oleh pemerintah pusat (pemerintahan Presiden Jokowi, red).

Bupati yang akrab disapa Ambu itu menjelaskan, bahwa sejumlah sekolah masih keterbatasan untuk pengadaan komputer, apalagi dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dia menyebut, pengadaan komputer dari dana BOS sangat dibatasi, yaitu hanya lima komputer dalam satu tahun, tapi kebutuhan komputer di setiap sekolah cukup banyak.

“Aspirasinya sudah didengar, dan nantinya semoga dana BOS itu tidak hanya untuk lima komputer, tapi bisa dimaksimalkan lagi,” kata Anne disela penerimaan kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Purwakarta, Kamis (14/3).

Dia juga berharap, dengan kehadiran Popong Otje Djundjunan dan Titik Prasetyowati ke Purwakarta, aspirasi masyarakat Purwakarta bisa disampaikan.

Apalagi terkait pendidikan, setelah adanya pemaparan dari sejumlah pihak di hadapan anggota DPR RI, Ambu berharap Komisi X bisa menyampaikannya kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui, sebanyak 56 persen SMP di Purwakarta yang telah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Sisanya, ada sekolah yang melakukan UNBK degan cara nebeng ke sekolah lain, bahkan ada pula yang masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Hal itu bukannya disengaja, kata Ambu, permasalahannya adalah pada keberadaan komputer yang tidak semua sekolah memilikinya.

“Secara keseluruhan, Purwakarta sudah 85 persen sekolah yang sudah melakukan UNBK. Tapi ini jadi PR bersama untuk sarana dan prasarana kedepannya,” ucap dia.

Keterlibatan Semua Unsur Masyarakat

Peningkatan mutu pendidikan itu tidak hanya dari siswa satupun sarana dan prasarananya saja. Termasuk dari infrastrukturnya, tenaga pendidik pun menjadi fokus penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Keterlibatan lingkungan dan masyarakat, kata Ambu memiliki dorongan khusus untuk menyelesaikan masalah dalam peningkatan pendidikan di Purwakarta.

“Berbicara pendidikan itu tidak hanya siswa, bukan hanya sarana, prasarana, dan infrastruktur, tapi pendidiknya juga harus di dorong untuk memenuhi standar yang baik,” demikian Ambu Anne.

(yud/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds