DBD Telan Korban, Bocah 7 Tahun di Purwakarta Meninggal Dunia

Ilustrasi Penyakit DBD.

Ilustrasi Penyakit DBD.


Sebab, kedua hal itu sangatlah penting untuk mencegah penyebaran DBD. Adapun perawatan medis, sudah masuk pada tahapan pengobatan. Jadi, melakukan pencegahan jauh lebih baik ketimbang mengobati.

”Karena itu, kita menekankan pada masyarakat supaya lebih waspada saat musim penghujan ini,” ujarnya.

Upaya lainnya, lanjut Zubaedi, pihaknya sudah melakukan pengasapan (fogging). Namun, belum semua wilayah yang ada kasus DBD-nya, telah difongging. Mengingat, anggarannya terbatas.

Berdasarkan data dari rumah sakit dan puskesmas, dari 17 kecamatan yang ada, wilayah yang paling tinggi kasus DBD-nya yaitu Pasawahan dan Bungursari. Masing-masing ada 11 kasus.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis, mengatakan, sampai saat ini masih ada pasien DBD yang dirawat. Jumlahnya ada enam pasien. Terdiri dari empat pasien anak-anak dan dua pasien dewasa. ”Kondisinya sudah membaik. Namun, masih harus mendapat perawatan,” ujarnya.

Selama Januari ini, RSUD telah merawat 42 pasien DBD. Namun, pasien yang dirawat itu keluar-masuk. ”Dua sampai sepekan dirawat, membaik lalu diperbolehkan pulang. Lalu, ada lagi yang masuk. Jadi, tidak terjadi penumpukan pasien,” jelasnya.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds