Pertama Kali di Cibatu Purwakarta, 3 Kakak Beradik Bertikai, Lakukan Pembunuhan

 tempat kejadian duel maut tiga bersaudara, Kampung Cibendasari RT 07/02, Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta./Foto: PS

tempat kejadian duel maut tiga bersaudara, Kampung Cibendasari RT 07/02, Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta./Foto: PS

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Tiga orang yang merupakan adik kakak terlibat pertikaian.

Hal itu diduga dipicu gara-gara kecemburuan sosial di dalam keluarga terjadi di Kampung Cibendasari RT 07/02, Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.

Pada aksi duel tersebut, salah satunya harus meregang nyawa akibat dibacok pisau dapur oleh salah satu pelaku.

Menurut Kapolsek Cibatu AKP Ali Murtado duel antara kakak beradik ini terjadi pada Senin (7/1/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat itu, kedua pelaku, kata kapolsek, yakni inisial A dan D sedang makan malam di dapur rumah tinggal mereka. Sedang asyik menikmati makan, tiba-tiba datang dari luar korban bernama Rahmat. Dia mengacaukan suasana dengan berkata kasar kepada kedua saudaranya itu.

“Tiga bersaudara yang terlibat duel berujung maut ini, masing-masing Rahmat Nursamsi (27 tahun) korban meninggal dunia. Kemudian, pelaku inisial A (26 tahun) adik korban, dan pelaku inisial D (28 tahun) merupakan kakak kandung korban,” kata Ali, saat dihubungi wartawan melalui seluler, Selasa (8/1/2019).

Ia menambahkan, pelaku berinisial A terpancing emosi, lalu mereka cekcok dan berduel. Saat duel itu, keduanya dipisah oleh pelaku D.

“Akan tetapi, bukannya sadar, korban justru menyerang balik kakaknya yang berusaha melerai itu. Akibatnya, mereka bertiga terlibat baku hantam. Kemudian, pelaku A lari ke luar rumah, lalu kakaknya yakni korban Rahmat mengejar pelaku,” kata Ali

Ali menambahkan, di depan rumah mereka, korban Rahmat mengambil pisau dapur yang tergeletak di lantai. Pisau itu telah digunakan untuk mengupas mangga. Dengan pisau itu, korban Rahmat berusaha menusuk adiknya A. Namun, bisa ditangkis oleh tangan adiknya itu.

Seketika, pisau terlepas dari tangan Rahmat. Kemudian, pisau itu diambil dan dibacokkan ke bagian kepala hingga punggung korban Rahmat oleh adiknya A. Terkena bacokan pisau, Rahmat langsung bersimbah darah dan ambruk. Lokasi ambruknya Rahmat, yaitu di samping salah satu rumah warga yang posisinya tepat di depan rumah ketiga bersaudara itu.

“Ribut kakak adik ini, mendapat perhatian warga. Apalagi, saat melihat Rahmat ambruk dan bersimbah darah. Warga melaporkannya ke polisi,” ujar Ali.

Namun, lanjut dia, ketika Rahmat sudah bersimbah darah, oleh pihak keluarga justru dievakuasi ke salah satu rumah kerabatnya. Dari rumah kerabat itu, Rahmat lalu dibawa ke RS Bhakti Husada. Tetapi, di perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir.

Saat ini, jasad korban direncanakan mau diotopsi ke RSHS Bandung. Sedangkan, kedua pelaku telah ditangkap, yakni inisial A dan D. Mereka sudah diamankan di Mapolres Purwakarta.

“Adapun, motif dari pembunuhan ini masih didalami. Termasuk, adanya keterlibatan pihak lain. Untuk kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Purwakarta,” papar Ali.

Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris Desa Cipinang, Dede Nurjaman, membenarkan jika ada kasus baku hantam yang berujung maut di wilayahnya. Korban dan para pelaku, juga merupakan penduduk asli dari Desa Cipinang.

“Korban dan pelaku, merupakan anak tokoh masyarakat di desa kami,” ujar Dede.

Dede menambahkan, korban merupakan orang yang supel dan aktif di setiap kegiatan kepemudaan. Dirinya tak menyangka, jika hidup korban harus berakhir tragis ditangan adik kandungnya.

“Kasus pembunuhan ini merupakan kali pertama terjadi di wilayah ini,” pungkasnya.

(Mar/pojokjabar)

loading...

Feeds