Bangunan Sudah Tua, Rumah Lilis Warga Pasanggaran Purwakarta Ambruk

GOTONG ROYONG : Warga Desa Pasanggaran, Kecamatan Bojong melakukan gotong royong untuk membangun rumah Lilis yang ambruk. Gani/Radar Karawang

GOTONG ROYONG : Warga Desa Pasanggaran, Kecamatan Bojong melakukan gotong royong untuk membangun rumah Lilis yang ambruk. Gani/Radar Karawang


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Tak ada angin dan tak ada hujan, Rumah milik Lilis Salimah (40) warga Kampung Depok Babakan RT08 RW04 Desa Pasanggaran, Kecamatan Bojong, Purwakarta roboh.

Beruntung ia beserta tiga anaknya berhasil lolos dari ambruknya bangunan barbahan kayu tersebut. Belakangan diketahui, rumah milik Lilis itu merupakan bangunan tua tidak layak huni.

“Tak ada angin ataupun hujan, seketika saja rumah saya roboh. Ya maklum Rumah sudah berusia kurang 50 tahun,” kata Lilis, Kamis (27/12).

Lilis sendiri bukan tak mau untuk merehab rumahnya, namun apalah daya uang hasil usahanya sebagai pedagang jajanan anak-anak itu belum cukup untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

“Saya tak punya dana untuk memperbaikinya. Awalnya dapur yang roboh dan akhirnya menjalar ke tengah rumah,” keluh Lilis.

Ia menambahkan, suaminya Mohammad Said (50) yang bekerja di Pabrik gudang buah-buahan di Tanggerang, membuat dirinya harus mengurus rumah dan keluarganya sendirian.

“Suami saya pulangnya sebulan sekali, tapi dia udah tahu kalau rumah roboh,” ujarnya.

Melihat kondisi keluarga miskin itu, pemerintah desa dibantu warga langsung bergotong royong membangun tempat tinggal Lilis.

“Alhamdulilah warga dan aparat di sini membantu membangun kembali rumah saya,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Pasanggrahan, Acep Rahmat mengatakan, rumah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam program rumah tidak layak huni dari Provinsi Jawa Barat.

“Akibat rapuh dimakan usia, rumah milik Lilis roboh, pas saya lihat juga semua kayunya sudah rapuh. Dan saya sepakat dengan masyarakat akhirnya rumah tersebut dibongkar, karena takut menimpa pemiliknya,” ucap Acep saat ditemui sedang gotong royong bersama warga membangun rumah tersebut.

Melihat kekeluargaan warganya, Acep, mengaku terharu dengan besarnya semangat masyarakat bergotong royong. Hal tersebut membuktikan kepedulian mereka masih sangat tinggi terhadap tetangganya.

“Sungguh luar biasa semangat bergotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap sesama. Yang seperti itu patut mendapat acungan jempol. Banyak warga yang menyumbangkan kayu untuk membangun rumah tersebut, saya senang jika melihat warga guyub gini,” ujarnya.

(RK/gan/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds