Tragis Tiga Siswi MTs Subang Disekap Belasan Pelajar Purwakarta, Dicekoki Miras Ciu dan Disuruh Ngelem. Diduga Akhirnya Dicabuli

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Sungguh tragis nasib ketiga remaja asal Subang ini, karena ketiga remaja yang masih status pelajar tersebut di sekap di Purwakarta.

Ketiga remaja perempuan siswa MTS berusia 14 tahun asal Desa Batukarut dan Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang disekap selama hampir dua hari di salahsatu gubuk di Kampung Babakan Ngantai, Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Sabtu (10/11) lalu. Hal itu sebagaimana dilansir pasundanekpres.com (group pojokjabar.com).

Para terduga pelaku untuk sementara diketahui sebanyak 13 orang, 4 orang di antaranya perempuan. Yang mengejutkan, para pelaku masih remaja dan berstatus pelajar di SMP wilayah Pondoksalam. Mereka diduga kerjasama melakukan penyekapan, bahkan korban mengaku dicekoki minuman ciu, gadung, disuruh nge-lem dan mendapat perlakuan pelecehan seksual atau pencabulan.

Semua pelaku sudah dimintai keterangan oleh unit PPA Polres Purwakarta setelah orang tua mereka melaporkan kasus tersebut. Dua orang di antaranya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Lapas anak Subang.

Kasus ini terungkap setelah orang tua anak panik karena tidak juga pulang setelah izin ke Purwakarta untuk menemui temannya. Nomor telepon yang dibawa tidak bisa dihubungi.

“Sudah dicari sampe Wanayasa. Besoknya, hari Minggu ada kabar, tapi ternyata yang ngabarin ke kita itu pelakunya. Katanya mau dianterin, hape dipegang sama mereka,” kata Yuni, ibu korban.

Sementara korban sebut saja Derita, mengaku kejadian bermula dirinya bertiga tengah menunggu angkot menuju Subang didatangi sejumlah anak. Di antaranya ada perempuan yang mendatangi dan mengancamnya.

“Waktu itu hujan, nunggu angkot hari udah sore. Terus ditanya mau ke mana, anak mana. Terus diajak ke gubuk. Gak ada lampu, hanya pakai lilin. Diancam, disuruh nge-lem juga. Sampai pusing. Malam harinya dibawa ke gedung SD. Tidur di sana di atas kursi,” katanya.

Ia mengaku tidak begitu sadarkan diri karena pengaruh minuman dan lem. Saat di gedung SD mengaku mendapat perlakuan pelecehan seksual dalam kondisi setengah sadar.

Dari tiga anak yang disekap, seorang di antaranya diperbolehkan pulang di malam hari. Sedangkan dua orang lainnya dipindahkan disekap di gedung SD yang tak jauh dari gubuk.

Pihak keluarga korban berharap pihak kepolisian menangani kasus tersebut. Pihaknya juga menolak menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan. “Kalau memaafkan ya kita maafkan, tapi secara hukum harus lanjut,” katanya dengan nada emosi dan sedih. (Mar/pasundanekpres/pojokjabar).

loading...

Feeds