Innalillahi! Kebakaran Rumah di Sukatani Purwakarta, Rugi Puluhan Juta, Begini Kondisinya

Kebakaran rumah di Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani, Minggu (9/9/2018)./Foto: Rmol

Kebakaran rumah di Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani, Minggu (9/9/2018)./Foto: Rmol

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA- Untuk kesekian kalinya, peristiwa kebakaran terjadi di Purwakarta. Kali ini insiden itu menimpa rumah milik Cucu warga Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani.

 
Minggu (9/9) sekitar Pukul 14.35 WIB, dapur berikut barang berharga hangus terbakar. Meski tak ada korban jiwa, namun pemilik rumah pun shock atas kejadian itu.

Kepala UPTD Dinas Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Purwakarta, Poswil I,  Nanan Sunandar mengatakan, kejadian berawal ketika pemilik rumah tengah memasak di dapur dengan menggunakan tungku kayu bakar.

“Tiba-tiba si lidah api menyambar dingding dapur yang terbuat dari bahan bambu tersebut dan secara seketika membakar benda yang ada di sekitar,” kata Nanan.

Saat menyadari dapurnya terbakar, Cucu  kemudian berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar warga dan dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran setempat. Warga pun sempat berupaya memadamkan api dengan alat-alat seadanya. Sayangnya, api telanjur membesar dan melalap sebagian bangunan rumah.

Setelah mendapatkan laporan, lanjut dia, pihaknya segera mendatangi tempat kejadian perkara lalu segera melakukan pemadaman terhadap bangunan yang diperkirakan memiliki luas kurang lebih 6×5 M2 tersebut.

“Api berhasil di jinakan sekira pukul 15.05 WIB dengan dibantu oleh warga sekitar,” ujarnya.

Nanan menambahkan, meski tidak memakan korban jiwa, namun akibat insiden tersebut kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ujarnya.

Kejadian tersebut merupakan peristiwa kebakaran ke 8 kalinya di wilayah Purwakarta selama kurun waktu dua bulan terakhir. Tampaknya di musim kemarau, potensi kebakaran kian mengganas.

“Kami terus mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran. Apalagi sekarang musim kemarau masih berlangsung,” ujarnya.

 

(ald/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds